kingsheadwye.com

Sekolah Rakyat di Pontianak mulai didik 270 anak - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Sebanyak 270 anak dari keluarga miskin dan sangat miskin di Kota Pontianak mulai menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat yang resmi menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

"Tahun ini ada 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA atau totalnya 270 siswa. Semuanya dari Kota Pontianak dan sudah diseleksi beberapa bulan lalu," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat membuka MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Pontianak, Kamis.

Edi mengatakan seluruh siswa berasal dari Kota Pontianak dan telah melalui proses seleksi bersama Kementerian Sosial, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Pendidikan, serta Dinas Sosial Kota Pontianak.

Ia menjelaskan peserta didik yang diterima merupakan anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 sesuai sasaran program pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan sangat miskin.

"Sesuai harapan Bapak Presiden Prabowo, Sekolah Rakyat ini menampung masyarakat miskin dan sangat miskin. Mereka harus kita muliakan agar ke depan bisa mengubah kualitas kehidupan, terutama keluarganya," tuturnya.

Edi mengatakan Sekolah Rakyat berdiri di atas lahan seluas 5,7 hektare dan dilengkapi fasilitas asrama sehingga seluruh siswa akan tinggal dan mengikuti proses pembelajaran di lingkungan sekolah.

Menurut dia, sebagian besar bangunan sudah dapat dimanfaatkan meski masih terdapat penyelesaian sejumlah fasilitas pendukung seperti drainase, akses jalan, utilitas, toilet, dan penghijauan yang ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan.

Ia berharap para siswa, terutama jenjang sekolah dasar, mampu beradaptasi dengan lingkungan asrama dan mengikuti seluruh proses pendidikan dengan baik sehingga dapat membentuk karakter, disiplin, dan kemandirian.

Saat ini kegiatan belajar mengajar didukung 34 tenaga pendidik yang terdiri atas guru kontrak dan tenaga tetap hasil rekrutmen, termasuk melalui Kementerian Sosial, dengan jumlah yang akan disesuaikan mengikuti kebutuhan sekolah.

Edi menilai keberhasilan Sekolah Rakyat memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua hingga masyarakat agar program tersebut mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

"Saya berharap kehadiran Sekolah Rakyat menjadi peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas sekaligus meningkatkan taraf hidup keluarga mereka pada masa mendatang," kata Edi.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.