Selandia Baru perkecil selisih impor kendaraan ICE
Wellington (ANTARA) - Impor kendaraan bermotor rendah emisi Selandia Baru meningkat tajam dalam periode awal hingga Juni 2026, mempersempit kesenjangan dengan impor kendaraan bermesin pembakaran internal, menurut data resmi yang dirilis pada hari Senin.
Impor kendaraan beremisi rendah, yang mencakup kendaraan listrik murni, hybrid, dan plug-in hybrid, meningkat 33 persen menjadi 2,9 miliar dolar Selandia Baru (1 dolar Selandia Baru = Rp10.482) atau sekitar 1,7 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.944).
Sementara itu, impor kendaraan ICE, yang menggunakan bahan bakar solar atau bensin, naik 16 persen menjadi 3,1 miliar dolar Selandia Baru, kata Stats NZ dalam sebuah pernyataan.
"Kendaraan bermotor beremisi rendah menyumbang 48 persen dari total nilai seluruh impor kendaraan penumpang dalam periode satu tahun hingga Juni 2026," ujar juru bicara neraca internasional Stats NZ Shanna Dilworth.
Menurut departemen statistik tersebut, total nilai impor kendaraan penumpang mencapai 6,1 miliar dolar Selandia Baru pada periode satu tahun hingga Juni 2026, meningkat 23 persen dari tahun sebelumnya.
Selisih nilai antara kedua kategori tersebut telah menyempit seiring berjalannya waktu, dengan impor kendaraan ICE melampaui kendaraan beremisi rendah sebesar 202 juta dolar Selandia Baru pada periode satu tahun hingga Juni 2026, dibandingkan dengan selisih 4,5 miliar dolar Selandia Baru dalam tahun yang berakhir pada Juni 2019.
Dilworth mengatakan bahwa kendaraan listrik hybrid masih mendominasi, dengan nilai impornya meningkat 7,9 persen menjadi hampir 1,7 miliar dolar Selandia Baru dan mencakup hampir sepertiga dari total impor kendaraan penumpang.
Data statistik menunjukkan bahwa impor kendaraan listrik meningkat lebih dari dua kali lipat, naik 105 persen menjadi 810 juta dolar Selandia Baru, sementara impor kendaraan plug-in hybrid melonjak 76 persen menjadi 413 juta dolar Selandia Baru.
Stats NZ menyebutkan bahwa Jepang menjadi sumber terbesar kendaraan beremisi rendah yang diimpor Selandia Baru dengan pangsa 44 persen, diikuti China sebesar 30 persen dan Korea Selatan sebesar 8,6 persen. Stats NZ menambahkan bahwa China memasok 73 persen kendaraan listrik murni, sedangkan Jepang menjadi pemasok utama kendaraan hybrid.
Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.