Semarak Hari Jadi Kulon Progo: Pemkab didesak akselerasi program Pro-Rakyat
Semarak Hari Jadi Kulon Progo: Pemkab didesak akselerasi program Pro-Rakyat
Kamis, 15 Oktober 2026 10:47 WIB
Ketua DPC PDI Perjuangan Kulon Progo Fajar Gegana. (ANTARA/HO-Tim Media Fajar Gegana)
Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, didorong untuk segera melakukan akselerasi dalam mengoptimalkan seluruh potensi daerah melalui penguatan program pro-rakyat serta penyelarasan arah pembangunan daerah.
Akselerasi tersebut dinilai sangat krusial berbarengan dengan momentum Peringatan Hari Jadi Ke- 75 Kabupaten Kulon Progo, guna memastikan keberlanjutan roda perekonomian masyarakat di tingkat bawah.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kulon Progo Fajar Gegana di Kulon Progo, Kamis, menyatakan Pemkab Kulon Progo saat ini telah berhasil membangun konfigurasi pembangunan secara sistemik.
"Fondasi tersebut diharapkan menjadi pijakan utama untuk mengeksekusi berbagai program prioritas secara lebih cepat dan terukur," kata Fajar.
Ia mengatakan pemkab saat ini sudah menunjukkan komitmen terhadap program kerakyatan.
"Salah satu indikator keberhasilannya terlihat dari penyelenggaraan rangkaian kegiatan dan acara kerakyatan yang sukses digelar belakangan ini," ujar Fajar Gegana.
Ia menjelaskan, di tengah tantangan kondisi ekonomi saat ini, gelaran acara lokal terbukti efektif menjadi pemantik (trigger) pertumbuhan ekonomi masyarakat kelas bawah sehingga perputaran ekonomi terus bergerak.
Ke depan, jangkauan kegiatan serupa diharapkan tidak hanya berpusat di area tertentu, melainkan meluas ke seluruh wilayah kecamatan dan kalurahan agar perputaran ekonomi dirasakan secara merata.
Selain menyelenggarakan kegiatan pemantik ekonomi, Pemkab Kulon Progo juga diminta konsisten menelurkan kebijakan pro-rakyat yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Mengingat adanya keterbatasan anggaran daerah untuk pembangunan fisik dan infrastruktur, fokus pembangunan dinilai perlu digeser pada program pemberdayaan masyarakat.
"Meskipun anggaran infrastruktur terbatas, program pemberdayaan masyarakat tetap harus berjalan optimal. Pemkab perlu terus membangun spirit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh wilayah agar tetap bergerak dan tangguh di tengah penurunan daya beli masyarakat," katanya.
Lebih lanjut, Anggota DPRD DIY tersebut mendorong Pemkab Kulon Progo untuk memperkuat sinkronisasi antara program prioritas daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten dengan RPJMD Pemerintah Provinsi DIY.
Penyelarasan perencanaan tersebut dinilai sangat strategis agar program saling terhubung dan membuka ruang untuk skema cost sharing (pembagian beban anggaran) antarjenjang pemerintah.
"Dengan demikian, keterbatasan APBD kabupaten tidak menjadi penghambat dalam merealisasikan program prioritas yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," katanya.
Pewarta : STR
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026