kingsheadwye.com

Sentra Paramita Mataram buka ruang aspirasi, layanan sosial dibahas bersama publik

“Pelayanan sosial harus terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, sinergi dan masukan dari seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk memastikan layanan yang diberikan tepat sasaran, terintegrasi, dan memberikan dampak

Mataram (ANTARA) - Sentra Paramita di Mataram, Kementerian Sosial RI, menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik sebagai upaya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga layanan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Mataram, Selasa.

Forum ini menjadi ruang dialog untuk menghimpun aspirasi, saran, dan rekomendasi dari para pemangku kepentingan sebagai bahan evaluasi dan pengembangan layanan.

Kepala Sentra Paramita, Arif Rohman, memaparkan berbagai layanan dan inovasi yang dikembangkan sentra, meliputi layanan ATENSI, pemenuhan kebutuhan dasar, alat bantu, dukungan kewirausahaan, layanan kesehatan dan psikologi, pengasuhan anak, serta fisioterapi, terapi okupasi, dan wicara.

“Pelayanan sosial harus terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, sinergi dan masukan dari seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk memastikan layanan yang diberikan tepat sasaran, terintegrasi, dan memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat,” ujar doktor alumni Charles Sturt University (CSU) Australia tersebut.

Sentra Paramita terus mengembangkan pendekatan multisyalayan yang tidak hanya berorientasi pada layanan residensial, tetapi juga memperkuat layanan berbasis keluarga dan masyarakat. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memperluas akses pelayanan sekaligus mendorong penerima manfaat mencapai kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup.

Sentra Paramita di Mataram, Kementerian Sosial RI, menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik sebagai upaya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga layanan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Mataram, Selasa. ANTARA FOTO/HO-Humas Sentra Paramita


Pada kesempatan tersebut, Arif juga memperkenalkan Taman Anak Sejahtera (TAS) sebagai inovasi dukungan pengasuhan anak. TAS dihadirkan untuk membantu keluarga tidak mampu yang sehari-harinya bekerja secara informal, agar tetap dapat menjalankan aktivitas produktif dengan dukungan pengasuhan yang aman dan terintegrasi.

Forum diikuti sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Dinas Sosial Provinsi NTB, Dinas Sosial Kabupaten/Kota, SKB Mataram, Bapas Mataram, Dukcapil, Dinkes Prov. NTB Labuapi, LPA, LKSA Saleh Hambali, Polda NTB, Densus 88, Lombok Post, serta mitra terkait lainnya.

Diskusi menghasilkan berbagai masukan strategis, antara lain terkait penguatan asesmen dan mekanisme rujukan, layanan kesehatan, pendidikan dan kemandirian, pemutakhiran data penerima bantuan sosial, penguatan pengasuhan anak, rehabilitasi sosial, serta sinergi dalam perlindungan anak.

Seluruh rekomendasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut Sentra Paramita dalam memperkuat jejaring layanan serta memastikan penanganan sosial semakin tepat sasaran, responsif, inklusif, dan sesuai kebutuhan penerima manfaat.

Melalui forum ini, Sentra Paramita menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan sosial yang terintegrasi, berbasis keluarga dan masyarakat, serta berorientasi pada kemandirian dan peningkatan kualitas hidup penerima manfaat.

Pewarta : Raudhatul Solehah
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026