kingsheadwye.com

Seruan Boikot Produk RI Ramai di Malaysia, Mendag: Tak Berdampak ke Perdagangan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Jakarta, VIVA – Gerakan untuk memboikot sejumlah produk dan merek asal Indonesia ramai diperbincangkan di media sosial Malaysia. Seruan boikot tersebut muncul setelah persaingan antara Timnas Indonesia dan Malaysia dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

Baca Juga

Sebagaimana diketahui, Indonesia dan Malaysia bertemu pada fase grup FIFA ASEAN Cup 2026 pada 28 September lalu. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 0-0. Meski demikian, Timnas Garuda berhasil melaju ke final setelah mengalahkan Bangladesh dengan skor 9-2. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil tersebut kemudian memicu reaksi dari sejumlah netizen Malaysia. Di media sosial, mereka menyerukan boikot terhadap sejumlah produk dan merek asal Indonesia.

Baca Juga

Menyusul dengan seruan boikot oleh masyarakat Malaysia dan ramai di media sosial, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso menegaskan seruan boikot terhadap sejumlah produk Indonesia yang disuarakan netizen Malaysia tidak akan berdampak pada hubungan perdagangan bilateral kedua negara.

Menurut Budi, reaksi yang ramai di media sosial tersebut hanya bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi hubungan perdagangan Indonesia-Malaysia secara keseluruhan.

Baca Juga

"Saya  kira tidak (berdampak). Ini kan mungkin hanya respons sesaat saja,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Budi juga menyebut telah berkoordinasi langsung dengan Atase Perdagangan dan Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur untuk memantau situasi di lapangan. Hasilnya, aktivitas  perdagangan tetap berjalan seperti biasanya.

"Enggak ada masalah, oke aja," kata Budi. (Ant)

Bendera Malaysia.

Netizen Malaysia Serukan Boikot Produk Indonesia, dari Makanan hingga Kecantikan Ini Daftarnya

Belakangan ini, seruan untuk memboikot sejumlah produk Indonesia ramai di media sosial Malaysia. Seruan muncul setelah persaingan antara Timnas Indonesia dan Malaysia

VIVA.co.id

8 Oktober 2026