Smartwatch yang Cocok untuk Dipakai Bertahun-tahun, dari Desain Elegan hingga Fitur Kesehatan
VIVA – Smartwatch semakin berkembang dari sekadar perangkat untuk melihat waktu menjadi pendamping aktivitas sehari-hari. Notifikasi, pemantauan tidur, detak jantung, GPS, hingga berbagai fitur olahraga kini tersedia dalam satu perangkat yang dikenakan di pergelangan tangan.
Baca Juga
Namun, jika smartwatch ingin dipakai bertahun-tahun, pilihan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada desain atau jumlah fitur. Daya tahan baterai, kenyamanan, kualitas perangkat lunak, ketahanan bodi, serta fitur kesehatan yang benar-benar berguna justru lebih menentukan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Smartwatch Jangka Panjang Tidak Harus Paling Mahal
Baca Juga
Smartwatch yang cocok digunakan dalam waktu lama tidak selalu merupakan model paling mahal.
DIrangkum VIVA Sabtu, 15 Agustus 2026, ada hal yang lebih penting adalah apakah perangkat tersebut masih sesuai dengan rutinitas pengguna beberapa tahun ke depan.
Baca Juga
Misalnya, seseorang yang awalnya hanya ingin menghitung langkah mungkin kemudian mulai rutin berlari. Jika sejak awal memilih smartwatch dengan GPS dan fitur olahraga yang memadai, perangkat tersebut masih bisa digunakan tanpa harus segera berganti model.
Baterai Panjang Penting untuk Pemantauan Kesehatan
Salah satu alasan smartwatch dengan baterai panjang menarik untuk penggunaan bertahun-tahun adalah karena perangkat dapat lebih sering dikenakan.
Semakin sering smartwatch dilepas untuk mengisi daya, semakin banyak periode ketika data aktivitas atau kesehatan tidak tercatat.
Namun, angka yang tercantum produsen tetap merupakan perkiraan. Penggunaan GPS, sensor kesehatan, notifikasi, musik, dan layar always-on dapat memperpendek daya tahan baterai.
Fitur Kesehatan Harus Dilihat Secara Realistis
Smartwatch modern memang semakin banyak menawarkan fitur kesehatan, tetapi pengguna sebaiknya tidak menganggap semua data sebagai diagnosis medis.
Pada vívoactive 6, misalnya, Garmin menyediakan pemantauan Body Battery, tidur, HRV, stres, detak jantung, dan Pulse Ox. Data tersebut lebih tepat digunakan untuk melihat tren dan kebiasaan pribadi daripada menggantikan pemeriksaan profesional.
Hal ini penting terutama jika smartwatch hendak digunakan selama bertahun-tahun. Pengguna sebaiknya memilih fitur yang memang membantu memahami pola aktivitas dan kebiasaan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketahanan Fisik Jangan Dilupakan
Selain baterai dan software, smartwatch juga harus mampu menghadapi rutinitas pemiliknya.
Halaman Selanjutnya
Pengguna yang sering berolahraga sebaiknya memperhatikan: