SMEXPO Yogyakarta Bukukan Potensi Bisnis Rp3,8 Miliar, Akses Pasar UMKM Diklaim Makin Terbuka
Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:56 WIB
Jakarta, VIVA – Ajang Pertamina SMEXPO Yogyakarta mencatat nilai gabungan transaksi, potensi, dan kesepakatan bisnis hingga Rp3,8 miliar.
Baca Juga
President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari mengatakan, suksesnya SMEXPO tidak hanya dilihat dari nilai transaksi, tetapi juga dari terbukanya peluang kolaborasi dan akses pasar baru bagi pelaku UMKM.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Menunjukkan bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk terus berkembang ketika mendapatkan akses pasar dan peluang kemitraan yang tepat," kata Agus Mashud S. Asngari, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga
"Melalui SMEXPO, Pertamina Foundation berupaya menghadirkan ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan, memperluas jejaring bisnis, serta membangun kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti menjadi peluang usaha berkelanjutan. Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong UMKM untuk terus berinovasi, meningkatkan daya saing, dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional,” imbuhnya.
Berdasarkan rekapitulasi penyelenggaraan, nilai tersebut mencakup potensi dan kesepakatan bisnis antarpelaku usaha atau business-to-business (B2B) sebesar Rp3.548.833.310.
Baca Juga
Sementara itu, transaksi ritel tercatat Rp129.335.400 dan transaksi layanan Bengkel Enduro mencapai Rp5.290.000.
Total tersebut merupakan akumulasi transaksi yang telah tercatat serta nilai potensi dan kesepakatan bisnis.
Karena itu, angka Rp3,8 miliar tidak seluruhnya mencerminkan penjualan yang sudah terealisasi.
Nilai potensi dan kesepakatan B2B menjadi kontributor terbesar dengan capaian sekitar Rp3,55 miliar.
Angka ini dilihat sebagai pentingnya mempertemukan UMKM dengan calon pembeli dan mitra strategis.
Pertemuan bisnis itu diharapkan berlanjut menjadi kerja sama komersial yang memberikan manfaat jangka panjang.
Peluang ekspansi juga ditunjukkan oleh dua UMKM yang memiliki potensi menembus pasar ekspor, yakni PT Kritebar Hage Makmur melalui produk Kripik HG dan PT Allisha dengan produk Allisha Sate Ambal.
Keduanya membawa produk lokal yang berpeluang menjangkau konsumen di pasar yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski demikian, realisasi peluang ekspor tetap membutuhkan kesiapan produk, pemenuhan standar di negara tujuan, serta komunikasi dan tindak lanjut dengan calon mitra pembeli.
SMEXPO Yogyakarta juga menampilkan produk yang mengedepankan aspek ramah lingkungan. Sejumlah UMKM yang berpartisipasi antara lain Agromina Fiber, Djati Ecocraft, Sambeliler Bag, dan Valmai Mie Organik.
Halaman Selanjutnya
Keberagaman produk tersebut menunjukkan upaya pelaku usaha dalam menciptakan nilai tambah melalui inovasi sekaligus menawarkan produk yang sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap aspek keberlanjutan.