Spanyol vs Argentina: Pertarungan dua penguasa benua di puncak
Spanyol vs Argentina: Pertarungan dua penguasa benua di puncak
Minggu, 19 Juli 2026 09:32 WIB
Grafik ilustrasi pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina yang dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) waktu setempat. ANTARA INFOGRAFIK/Vintan Rahmadanti
Jakarta (ANTARA) - Panggung tertinggi sepak bola sejagat siap menggelar duel pamungkas yang sarat sejarah. Dua kekuatan besar dari dua benua berbeda, Spanyol dan Argentina, akan saling jegal dalam laga final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New York New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin (20/7) pukul 02.00 WIB.
Pertandingan ke-104 dalam sepanjang pergelaran turnamen ini bukan sekadar berebut status tim terbaik di bumi. Partai ini merupakan medan pertempuran taktis yang mempertemukan jawara Eropa dengan sang juara bertahan dunia asal Amerika Selatan.
Dominasi Penguasaan Bola La Roja
Spanyol melangkah ke partai puncak setelah mendikte permainan dan meredam agresivitas Prancis dengan kemenangan 2-0 di semifinal. Anak asuh Luis de la Fuente tersebut membuktikan mengapa mereka menjadi tim yang paling ditakuti lewat filosofi permainan yang mengandalkan penguasaan bola panjang serta efektivitas penyelesaian akhir.
Perjalanan La Roja menuju final terbilang impresif meski sempat diimbangi tanpa gol oleh tim kejutan Tanjung Verde di laga pembuka Grup H. Lamine Yamal dan kawan-kawan kemudian bangkit melibas Arab Saudi 4-0 dan menjinakkan Uruguay 1-0 untuk mengunci status juara grup.
Baca juga: "Happy ending" untuk Inggris dan Prancis di Piala Dunia
Memasuki fase gugur, Spanyol tampil perkasa dengan membungkam Austria 3-0 di babak 32 besar. Ujian berat mulai datang di babak 16 besar saat gol tunggal Mikel Merino di menit-menit akhir menyudahi perlawanan Portugal 1-0, yang disusul kemenangan dramatis 2-1 atas Belgia di perempat final—satu-satunya momen di mana gawang Spanyol kebobolan sepanjang turnamen.
Sepanjang turnamen, Spanyol menunjukkan filosofi permainan yang mengandalkan penguasaan bola. Mereka membangun serangan dari bawah dengan umpan-umpan pendek, dan mengontrol tempo pertandingan.
Akurasi umpan, kontrol, dan kesabaran membongkar pertahan lawan menjadi kunci kemenangan demi kemenangan yang diraih Spanyol hingga lolos ke laga perebutan juara. Filosofi permainan itu akan ditantang dengan gaya permainan efektif, perpaduan teknik, intensitas, dan daya juang ala Argentina.
Baca juga: Kylian Mbappe cetak rekor gol terbanyak sepanjang masa
Mentalitas Pelecut Albiceleste
Di kubu seberang, Argentina siap menguji kesabaran Spanyol dengan gaya bermain yang sangat pragmatis, fleksibel, serta mengandalkan intensitas transisi kilat. Skuad besutan Lionel Scaloni memadukan organisasi tim yang rapat dengan magis kreativitas individu sang kapten, Lionel Messi.
Langkah Albiceleste menuju final ketujuh mereka sepanjang sejarah dilalui dengan penuh drama. Setelah menyapu bersih fase grup dengan kemenangan atas Aljazair 3-0, Austria 2-0, dan Yordania 3-1, Argentina harus memeras keringat ekstra di babak gugur.
Mereka dipaksa bermain hingga babak perpanjangan waktu saat menjinakkan perlawanan sengit Tanjung Verde dengan skor ketat 3-2. Drama kian memuncak di babak 16 besar ketika mereka melakukan comeback historis setelah tertinggal 0-2 dari Mesir hingga menit ke-79, sebelum akhirnya membalikkan keadaan menjadi 3-2.
Setelah mendepak Swiss 3-1 via babak tambahan di perempat final, mental juara Argentina kembali teruji di semifinal. Sempat tertinggal dari Inggris lewat gol Anthony Gordon, mereka bangkit lewat gol jarak jauh Enzo Fernandez dan tandukan Martinez untuk menyegel tiket final.
Rekor Pertemuan
Sepanjang sejarah panjang Piala Dunia, kedua negara tercatat baru satu kali bertemu di laga resmi, yakni pada edisi 1966 silam. Kala itu, Argentina sukses keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 2-1 di laga pembuka grup.
Sementara itu, dalam 13 bentrokan di laga persahabatan, Spanyol sedikit lebih unggul dengan mengemas enam kemenangan, berbanding lima milik Argentina, dan dua laga sisa berakhir imbang. Namun, memori pertemuan terakhir pada 2018 di Madrid menorehkan luka dalam bagi Albiceleste setelah dihantam Spanyol dengan skor telak 6-1.
Perkiraan susunan pemain:
Spanyol: Simon (kiper); Porro, Laporte, Cubarsi, Cucurella; Rodri, Fabian; Lamine Yamal, Olmo, Baena; Oyarzabal.
Argentina: Martinez (kiper); Nahuel, Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico; Paredes, Mac Allister, Enzo Fernandez, Giuliano Simeone; Messi, Julian Alvarez.
Baca juga:
Michael Olise pecahkan rekor assist Pele di Piala Dunia
Inggris vs Prancis: Hujan 10 gol, The Three Lions juara ketiga
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pratinjau Spanyol vs Argentina: Pertarungan dua filosofi di puncak
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.