kingsheadwye.com

SPinjam Imbau Pengguna Waspadai Customer Service Palsu

Selular.ID – SPinjam mengimbau pengguna untuk mewaspadai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan layanan pelanggan atau customer service perusahaan di tengah meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital di Indonesia.

Melalui edukasi yang disampaikan pada 20 Juli 2026, SPinjam mendorong masyarakat agar hanya menggunakan kanal komunikasi resmi perusahaan ketika membutuhkan informasi, bantuan teknis, maupun penyelesaian kendala terkait layanan pinjaman digital.

Imbauan tersebut disampaikan seiring meningkatnya berbagai bentuk kejahatan siber yang memanfaatkan identitas perusahaan jasa keuangan untuk memperoleh data pribadi pengguna.

SPinjam menegaskan bahwa penggunaan kanal layanan pelanggan resmi menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keamanan akun sekaligus menghindari penyalahgunaan data yang dilakukan melalui modus rekayasa sosial atau social engineering.

Direktur Utama SPinjam, Jonathan Christianto, mengatakan keamanan dan kepercayaan pengguna menjadi prioritas perusahaan.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Karena itu, pengguna diminta memastikan seluruh komunikasi dilakukan melalui kanal resmi agar memperoleh informasi yang akurat sekaligus terhindar dari penipuan yang mengatasnamakan SPinjam.

“Kepercayaan dan keamanan pengguna merupakan prioritas utama bagi SPinjam. Kami mengimbau pengguna untuk selalu menghubungi kanal resmi SPinjam ketika membutuhkan informasi, bantuan, maupun penyelesaian kendala. Selain memastikan informasi yang diterima akurat, langkah sederhana ini penting untuk menghindari berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan SPinjam,” ujar Jonathan Christianto dalam keterangan resmi.

Langkah tersebut juga sejalan dengan imbauan Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) yang mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan digital, termasuk phishing dan impersonation.

Phishing merupakan upaya memperoleh informasi sensitif melalui tautan atau pesan palsu, sedangkan impersonation adalah tindakan pelaku yang menyamar sebagai institusi atau petugas resmi untuk mendapatkan kepercayaan korban.

Menurut SPinjam, pelaku umumnya menghubungi korban melalui telepon, pesan singkat, WhatsApp, media sosial, maupun akun digital yang dibuat menyerupai identitas resmi perusahaan.

Dalam komunikasi tersebut, pelaku biasanya meminta informasi sensitif seperti PIN, kata sandi, atau kode One-Time Password (OTP) dengan alasan verifikasi akun atau penyelesaian masalah layanan.

Selain itu, SPinjam juga mengingatkan pengguna agar berhati-hati terhadap pihak yang mengaku sebagai petugas penagihan (debt collector), menawarkan penghapusan tagihan, membantu mengatasi gagal bayar, menjanjikan percepatan persetujuan pinjaman, maupun meminta biaya tertentu sebagai syarat penyelesaian masalah akun.

Perusahaan menegaskan bahwa berbagai penawaran semacam itu dapat menjadi bagian dari modus penipuan untuk memperoleh akses terhadap akun maupun data pribadi pengguna.

SPinjam menegaskan bahwa petugas resmi perusahaan tidak pernah meminta PIN, kata sandi, maupun kode OTP dalam kondisi apa pun.

Pengguna juga diminta untuk tidak membagikan informasi rahasia tersebut kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku berasal dari layanan pelanggan.

Untuk memperoleh bantuan secara aman, SPinjam menyarankan pengguna menyiapkan informasi akun yang diperlukan sebelum menghubungi layanan pelanggan resmi.

Pengguna juga dianjurkan menjelaskan kendala secara lengkap agar proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan menyimpan nomor laporan atau nomor referensi yang diberikan sebagai dokumentasi apabila diperlukan tindak lanjut.

Perusahaan juga mengingatkan pentingnya memastikan bahwa seluruh komunikasi dilakukan melalui kanal resmi sebelum membagikan informasi terkait akun.

Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengurangi risiko penyalahgunaan identitas maupun pencurian data yang sering memanfaatkan kelengahan pengguna.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan layanan, SPinjam menyatakan akan terus memperkuat kualitas layanan pelanggan sekaligus memperluas edukasi mengenai keamanan digital.

Program edukasi tersebut bertujuan membantu pengguna mengenali berbagai ciri penipuan digital serta memahami praktik yang aman saat memanfaatkan layanan keuangan berbasis teknologi.

“Kami akan terus memperkuat kualitas layanan pelanggan sekaligus memperluas edukasi mengenai keamanan digital. Kami berharap pengguna semakin berhati-hati dalam menjaga kerahasiaan data pribadi, mengenali ciri-ciri penipuan, dan memastikan setiap informasi yang diterima berasal dari kanal resmi SPinjam,” kata Jonathan.

Untuk memastikan pengguna memperoleh bantuan yang aman dan tepercaya, SPinjam menyediakan sejumlah kanal layanan pelanggan resmi, antara lain layanan call center, email, website resmi, serta akun media sosial perusahaan di Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube.

Perusahaan mengimbau masyarakat hanya mengakses informasi maupun layanan melalui kanal resmi tersebut dan menghindari komunikasi dengan akun yang tidak dapat diverifikasi keasliannya.

Edukasi mengenai keamanan digital menjadi semakin penting seiring pertumbuhan layanan keuangan digital di Indonesia.

Selain meningkatkan kenyamanan akses terhadap layanan finansial, penggunaan platform digital juga menuntut pengguna untuk lebih cermat dalam melindungi data pribadi dan memastikan setiap komunikasi berasal dari sumber yang resmi.

Melalui penguatan layanan pelanggan dan literasi keamanan digital, SPinjam berharap pengguna dapat memanfaatkan layanan keuangan digital dengan lebih aman serta terhindar dari berbagai modus penipuan yang terus berkembang.

Baca Juga: OJK Minta Pinjol Perketat Pemberian Pinjaman, Agar Kasus Mahasiswa IPB Tidak Terulang