kingsheadwye.com

Sultan Tidore minta siswa Sekolah Rakyat dibina untuk perkuat NKRI - ANTARA News Ambon, Maluku

Tidore (ANTARA) - Sultan Tidore Husain Alting Sjah meminta para siswa Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 7 Kota Tidore Kepulauan dibina dengan menanamkan rasa cinta tanah air dan budi pekerti untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Tanamkan rasa cinta tanah air dan budi pekerti yang baik untuk anak-anak kita ini, terutama untuk menyongsong masa depan mereka dan memperkuat NKRI," kata Sultan Tidore saat menerima rombongan siswa SRD 7 di Kedaton Kesultanan Tidore, Soasio, Kota Tidore Kepulauan, Kamis (22/10).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan outing class yang diikuti siswa SRD 7 yang berlokasi di Desa Ampera, Sofifi.

Kegiatan itu juga melibatkan kadet atau mahasiswa Universitas Pertahanan RI beserta pendamping yang telah melaksanakan pengabdian di sekolah tersebut selama dua pekan terakhir.

Dalam kunjungan itu, para siswa berkesempatan mengenal lebih dekat sejarah Kesultanan Tidore melalui berbagai koleksi di kedaton, seperti singgasana, bendera kesultanan, pakaian sultan dan permaisuri, peta, serta dokumentasi dan foto bersejarah yang menggambarkan hubungan Tidore dengan bangsa lain, termasuk Spanyol dan Portugis.

Kepala SRD 7 Kota Tidore Kepulauan Norma Wahab mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mengenalkan sejarah Tidore sebagai salah satu kesultanan di Maluku Utara yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah kawasan.

"Kami ingin anak-anak sekolah rakyat tahu sejarah kejayaan daerah mereka dan bangga menjadi bagian dari Indonesia. Dengan demikian, identitas sejarah dan kebudayaan mereka tidak hilang," ujarnya.

Norma menjelaskan, pada masa lampau, Kesultanan Tidore memiliki wilayah kekuasaan yang luas, mencakup Pulau Seram, sebagian Halmahera, Raja Ampat, hingga sebagian wilayah Papua.

Selain Kedaton Kesultanan Tidore, rangkaian kegiatan outing class tersebut juga mencakup kunjungan ke sejumlah situs bersejarah dan objek wisata, yakni Rumah Tenun Puta Tino Kayangan, Benteng Tahula, Benteng Torre, dan Museum Sonyine Malige.

Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan mencatat hal-hal yang mereka lihat, dengar, serta pelajari dalam lembar kegiatan masing-masing.

Salah satu siswa SRD 7, Risal Rusli, mengatakan lembar kegiatan tersebut digunakan untuk mencatat pengetahuan yang diperoleh selama kunjungan.

"Kami punya lembar petualangan semua tempat yang didatangi. Setiap ilmu dan pengetahuan yang kami dapat langsung dicatat di sini," katanya.
Kegiatan outing class berakhir di Pantai Akesahu pada sore hari. Para siswa berkesempatan berenang dan berendam di telaga air panas sebelum kembali ke sekolah mereka di Sofifi.

Pewarta: L007
Editor : Luqman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.