Sumsel Targetkan Bedah 6.525 Rumah Tak Layak Huni pada 2025 |Republika Online
Pemprov Sumsel targetkan perbaiki 6.525 rumah tak layak huni.
REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan menargetkan perbaikan terhadap 6.525 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di seluruh wilayahnya pada tahun ini. Program bedah rumah ini menjadi salah satu langkah strategis untuk membantu masyarakat dari keluarga miskin agar dapat tinggal di hunian yang layak dan sehat.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumsel, Novian Aswardani, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta bantuan pemerintah pusat. Pihaknya juga mendapat dukungan pendanaan dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, baik milik pemerintah maupun swasta, yang beroperasi di provinsi ini.
"Program ini didukung oleh semangat gotong royong dan kolaborasi, termasuk keterlibatan pihak swasta untuk mempercepat target bedah rumah," ujar Novian di Palembang, Minggu (25/10).
Dalam beberapa tahun terakhir, Pemprov Sumsel telah memperbaiki belasan ribu unit RTLH yang tersebar di 17 kabupaten dan kota. Program ini diupayakan untuk terus dilaksanakan setiap tahun dengan jumlah sasaran yang semakin banyak, sehingga ke depannya tidak ada lagi warga yang tinggal di rumah tidak layak.
Mengurangi Kesenjangan dan Backlog Perumahan
Berdasarkan data terkini, masih terdapat sekitar 195 ribu unit rumah tidak layak huni di Sumsel. Selain itu, daftar tunggu atau backlog perumahan mencapai 429 ribu kepala keluarga (KK) yang belum memiliki rumah. Kondisi ini menjadikan program bedah rumah sebagai prioritas utama pemerintah daerah.
Novian berharap program ini menjadi langkah strategis dalam mengurangi kesenjangan perumahan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sumsel. Intervensi ini dinilai krusial untuk menciptakan lingkungan permukiman yang lebih baik.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bahwa perbaikan RTLH merupakan bagian integral dari upaya pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program ini difokuskan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang masih tinggal di hunian tidak layak.
"Program bedah rumah difokuskan untuk masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah (MBR) yang masih tinggal di hunian tidak layak, guna mendorong terciptanya lingkungan yang sehat dan aman," kata Herman.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara