kingsheadwye.com

Syngenta Indonesia dorong inovasi pertanian berkelanjutan

Jakarta (ANTARA) - PT Syngenta Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong inovasi pertanian berkelanjutan, salah satunya melalui penerapan biostimulan dalam budi daya padi.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto mengatakan biostimulan "Cuprinomat" dikembangkan untuk membantu meningkatkan proses alami tanaman serta toleransi terhadap cekaman abiotik (misalnya kondisi lingkungan yang tidak ideal seperti panas, kekeringan, atau faktor nonhama lainnya).

Teknologi ini, lanjut dia, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu menonjolkan tiga manfaat utama yaitu solusi lengkap tepat, pertumbuhan memikat, dan hasil melompat, untuk membantu petani menghadapi tantangan budidaya di lapangan.

"Kami menghadirkan solusi yang membantu tanaman tetap tumbuh optimal dalam berbagai kondisi, sehingga petani dapat memperoleh hasil yang lebih baik dan berkelanjutan," ujarnya saat peluncuran biostimulan "Cuprinomat" di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

Menurut dia biostimulan tersebut mengombinasikan asam amino, asam humat, asam fulvat, serta nutrisi mikro komprehensif yang bekerja sinergis untuk membantu mempercepat pertumbuhan tanaman.

Selain itu, memperkuat ketahanan terhadap stres lingkungan, mengoptimalkan penyerapan nutrisi, dan mendukung hasil panen yang lebih tinggi.

Inovasi ini semakin relevan di tengah tantangan perubahan iklim yang menuntut praktik pertanian yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Eryanto menyatakan perusahaan telah memperkenalkan teknologi biostimulan tersebut kepada petani di sejumlah wilayah mulai di Medan, Alahan Panjang, Lampung, Karawang, Indramayu, Grobogan, Jember, Indramayu, Lombok, Makassar dan terakhir di Sidrap.

Di setiap titik singgah, lanjutnya perusahaan mengadakan pertemuan dengan petani dan menjangkau total 500 petani untuk berbagi informasi mengenai manfaat teknologi biostimulan tersebut.

"Berdasarkan pengamatan selama rangkaian kegiatan, tanaman yang diberi perlakuan teknologi biostimulan menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tanaman tanpa perlakuan," ujarnya.

Jumaidi, petani padi Sidrap, mengatakan tanaman yang diberi biostimulan tersebut tumbuh lebih baik dan diyakini dapat menghadapi tantangan cuaca dan meningkatkan hasil budi daya.

Baca juga: Syngenta Indonesia dan KTNA perkuat pemberdayaan petani

Baca juga: Syngenta Indonesia perkuat Karawang sebagai lumbung padi nasional

Baca juga: Syngenta Indonesia-TerraBaru berinovasi dukung pertanian regeneratif

Pewarta: Subagyo
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.