Takut Kulit Gelap, Karyawan China Pasang Payung Meski Bekerja di Dalam Ruangan
Liputan6.com, Beijing - Semakin banyak pekerja di China membagikan tips di media sosial untuk mengatasi apa yang mereka sebut sebagai "penuaan di kantor". Berbagai cara dilakukan, mulai dari rutin menggunakan tabir surya dan masker wajah hingga memasang payung di meja kerja.
Dikutip dari South China Morning Post, Jumat (4/9/2026), tren tersebut ramai diperbincangkan di media sosial RedNote. Salah seorang pengguna dengan nama @lelenghangmu dari Provinsi Jiangsu, China timur, mengaku warna kulitnya menjadi lebih gelap dan matanya sering terasa lelah hanya sebulan setelah mulai bekerja.
Unggahan tersebut kemudian mendapat banyak respons dari pengguna lain yang mengalami keluhan serupa.
Seorang pengguna mengaku kulitnya terlihat jauh lebih cerah setelah mengambil cuti dari pekerjaan. Sementara itu, pengguna lainnya mengeluhkan paparan asap rokok yang terus-menerus di ruang kerja bersama.
Berbagai solusi pun mulai dilakukan para pekerja. Sejumlah karyawan memasang payung di meja kerja untuk menghalangi paparan cahaya, sementara yang lain mengenakan topi pelindung matahari atau penutup wajah. Penggunaan tabir surya secara berlebihan pada wajah dan lengan juga menjadi salah satu cara yang mereka lakukan.
Desainer pencahayaan bernama Yoki mengatakan kepada media China bahwa sejumlah kantor sengaja menggunakan pencahayaan dengan nuansa warna yang lebih sejuk. Menurutnya, pencahayaan tersebut dirancang agar karyawan tetap terjaga dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas.
Namun, pencahayaan bukan satu-satunya persoalan yang dapat memengaruhi kenyamanan pekerja di dalam kantor. Udara yang terlalu kering, sistem ventilasi yang berdebu, serta tingginya kadar karbon dioksida juga dapat memperburuk ketidaknyamanan fisik dan kelelahan mental, terutama bagi mereka yang menghabiskan waktu panjang di tempat kerja.
Kondisi tersebut berkaitan dengan istilah "sindrom gedung sakit" atau sick building syndrome. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkenalkan istilah tersebut pada 1980-an untuk menggambarkan berbagai gejala yang dialami seseorang ketika berada di dalam gedung tertentu, meskipun tidak ditemukan penyakit spesifik yang dapat menjelaskan keluhan tersebut.
Gejala yang umum meliputi sakit kepala, hidung tersumbat, kulit kering, iritasi tenggorokan, kelelahan, hingga kesulitan berkonsentrasi.
Keluhan tersebut umumnya dapat memburuk setelah seseorang berada di lingkungan tersebut dalam waktu lama dan mereda ketika meninggalkan gedung.
Fenomena "penuaan di kantor" yang ramai dibahas pekerja China pun menunjukkan bagaimana lingkungan kerja dapat memengaruhi kondisi fisik dan kenyamanan karyawan selama menjalani rutinitas sehari-hari.