Taman Nasional Way Kambas Kebakaran, Gajah Liar Dipastikan Aman
Jakarta -
Kebakaran hutan melanda Taman Nasional Way Kambas, menghanguskan 673 hektare. Gajah liar aman, tetapi pemadaman terkendala medan sulit dan minimnya sumber air.
TNWK dilanda kebakaran mulai Jumat (21/8/2026). Kebakaran itu diperkirakan menghanguskan lahan seluas 673 hektare. Titik api utamanya berkonsentrasi di Resor Kuala Penet, SPTN Wilayah III Kuala Penet.
Kebakaran vegetasi tersebut akhirnya berhasil dipadamkan pada Sabtu, sekitar pukul 19.00 WIB. Proses pemadaman membutuhkan waktu yang cukup lama karena petugas menghadapi berbagai kendala berat di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hambatan tersebut meliputi kondisi tanah gambut yang mudah terbakar, akses jalan yang sulit dilalui kendaraan pemadam, serta minimnya sumber air di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, mengatakan lokasi kebakaran bukan area gajah liar berada.
"Belum ada laporan (gajah terdampak kebakaran). Sementara posisi gajah liar termonitor di bagian utara TNWK," kata Zaidi, dilansir detikSumbagsel, kemarin.
Zaidi menjelaskan kondisi medan menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan kebakaran. Lokasi yang terbakar merupakan kawasan dengan medan bergambut, sementara sumber air berada cukup jauh dari titik api.
"TNWK bersama para pihak terus berupaya maksimal melakukan pemadaman. Kondisi lapangan yang sulit, sumber air yang jauh, serta karakteristik lahan yang bergambut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan," kata Zaidi dikutip dari situs Kemenhut.
Meski api telah dipadamkan, penanganan belum sepenuhnya selesai. TNWK masih melakukan pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul, terutama karena sebagian kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut yang dapat menyimpan bara.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena petugas menghadapi kondisi medan yang sulit. Lokasi kebakaran berada di kawasan bergambut, akses menuju titik api sulit dilalui kendaraan, dan sumber air berada cukup jauh dari lokasi. Sebagian petugas bahkan harus berjalan kaki untuk mencapai titik kebakaran.
Sekitar 250 personel dari berbagai unsur dikerahkan dalam penanganan kebakaran. Mereka terdiri dari petugas TNWK, TNI-Polri, pemerintah daerah, mitra kerja, serta masyarakat.
(fem/fem)