Teater Tanah Air Bawa 13 Anak Tampil di Spanyol, Usung Pesan Perdamaian Dunia |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Indonesia menjadi satu-satunya negara non-Eropa yang lolos dalam 10th International Children’s Theater Festival: Future for Kids di Valencia, Spanyol, pada 5-8 Oktober 2026. Teater Tanah Air akan membawa 13 pemain anak untuk tampil dalam pertunjukan Peace atau Damai karya sastrawan dan dramawan Putu Wijaya.
Sutradara sekaligus Pemimpin Teater Tanah Air Jose Rizal Manua mengatakan persiapan para pemain cilik untuk mengikuti festival internasional tersebut telah dilakukan secara intensif. Menurut dia, para anak yang terlibat menunjukkan semangat tinggi selama mengikuti rangkaian latihan.
“Pertunjukan yang akan dibawakan kali ini cukup unik karena mengangkat karya sastrawan sekaligus dramawan terkemuka Indonesia, Putu Wijaya, Teater Tanah Air memang kerap membawa karya-karya Putu Wijaya ke berbagai festival internasional,” kata Jose di TIM, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).
Jose mengatakan, persiapan para pemain sejauh ini berjalan dengan baik. Ia berharap pertunjukan tersebut dapat menjadi cerminan kekayaan budaya Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa karya seni dan budaya Indonesia memiliki tempat di panggung internasional.
“Budaya Indonesia itu sebetulnya sangat kaya dan bisa berbicara di dunia internasional, mempunyai tempat tersendiri, tempat yang istimewa di festival-festival dunia,” ujarnya.
Jose mengungkapkan, hingga saat ini Teater Tanah Air masih berupaya mendapatkan dukungan pendanaan untuk keberangkatan ke festival internasional di Spanyol. Ia berharap pemerintah dan instansi terkait dapat memberikan dukungan karena keikutsertaan tersebut sekaligus membawa nama Indonesia di ajang internasional.
“Sampai hari ini kami masih mencari dana, kami berharap dukungan dari pemerintah, dukungan dari instansi terkait, karena kami ke festival ini membawa nama besar Indonesia,” katanya.
Ia menegaskan, keikutsertaan Indonesia dalam festival tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat internasional.
“Bahwa kita tahu kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan yang paling unik di dunia. Tidak ada di dunia yang mempunyai kebudayaan yang begitu kaya seperti Indonesia,” ujar Jose.
Teater Tanah Air akan membawa 13 anak dalam festival internasional di Spanyol. Para pemain berasal dari jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan rentang usia 6 sampai 17 tahun.
Menurut Jose, keikutsertaan Indonesia dalam festival tersebut diperoleh melalui proses seleksi. Dari 30 negara yang mendaftar, sebanyak delapan negara dinyatakan lolos untuk mengikuti festival, yakni Spanyol, Siprus, Denmark, Georgia, Rumania, Slovenia, Portugal, dan Indonesia. “Dan kita (Teater Tanah Air dari Indonesia) satu-satunya wakil dari Asia,” katanya.
Keikutsertaan Teater Tanah Air dalam festival internasional bukanlah pengalaman pertama. Jose menyebut kelompok teater tersebut sebelumnya telah mengikuti berbagai festival internasional dan meraih hasil terbaik di sejumlah negara, antara lain Jerman, Jepang, Rusia, Kanada, Maroko, dan India.
Pertunjukan berjudul Peace membawa pesan tentang perdamaian dunia. Jose mengatakan pesan tersebut berangkat dari gagasan bahwa manusia pada hakikatnya bersaudara satu sama lain dan perlu membangun hubungan yang baik bukan hanya dengan sesama manusia, tetapi juga dengan alam, lingkungan, dan hewan.
Salah seorang pemain Teater Tanah Air, Neyla Rezki Jovita Minowa (14), siswi kelas 9 SMP Karakter Podomoro, dipercaya memerankan karakter Garuda yang merepresentasikan Indonesia dari kawasan Asia dalam pertunjukan tersebut.
Neyla mengatakan melalui karakter Garuda, ia membawa pesan perdamaian yang menjadi salah satu pesan utama pertunjukan. Ia berharap penampilannya bersama Teater Tanah Air dapat memperkenalkan Indonesia sekaligus membawa nama baik Indonesia ke dunia internasional.
“Harapannya semoga bisa membawa nama baik Indonesia sama Teater Tanah Air ke seluruh dunia,” ujar Neyla.
Pemain Teater Tanah Air lainnya, Iona Andalucia, siswi kelas 4 SD Muhammad Islamic School berusia 9 tahun, akan tampil dalam festival tersebut dengan memerankan karakter anak dinosaurus yang baru menetas.
Dalam perannya, Iona tidak hanya dituntut menghafalkan dialog, tetapi juga menampilkan gerakan dan nyanyian. Ia mengaku salah satu tantangan dalam perannya adalah memperagakan dinosaurus yang baru menetas dan belum mengetahui cara berjalan.
Selain aktif di bidang seni, Iona juga memiliki prestasi akademik, khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Inggris. Dalam ajang Future Intelligence Students Olympiad, ia meraih Silver Medal pada National Round, Bronze Medal pada International Round, dan Gold Medal pada Global Round dengan membawa nama Indonesia.
Bagi Iona, prestasi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas di bidang seni tidak menghalangi anak-anak Teater Tanah Air untuk mengembangkan potensi di bidang lain. Kemampuan seni dan akademik dapat berkembang secara beriringan sekaligus menjadi bekal untuk terus membawa nama Indonesia di berbagai ajang, baik di bidang seni maupun pendidikan.