Terungkap Pertemuan Negara Teluk Bahas Selat Hormuz Batal Usai Intervensi Arab Saudi |Republika Online
Sebuah kapal terlihat berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran pada Senin (14/9/2026) mengungkapkan bahwa, pertemuan di Oman yang jadwalkan melibatkan para menteri luar negeri dari negara-negara Teluk Persia dan dibatalkan atas permintaan Arab Saudi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan dalam sebuah taklimat media bahwa Riyadh meminta agar pertemuan tersebut tidak dilaksanakan untuk saat ini.
"Laporan bahwa Arab Saudi meminta agar pertemuan itu tidak diadakan untuk sementara waktu adalah benar," kata Baghaei, sebagaimana dikutip oleh kantor berita negara IRNA.
Baghaei menepis upaya untuk mengaitkan Iran dengan perkembangan terkini antara Arab Saudi dan Yaman, seraya menyatakan bahwa masalah Yaman memiliki "akar konflik yang telah berlangsung lama." Belum ada tanggapan segera dari pihak Arab Saudi terkait masalah ini.
Baghaei mengatakan, bahwa pertemuan yang direncanakan tersebut diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi Iran dan Oman untuk memaparkan kesepahaman yang dicapai setelah negosiasi selama berminggu-minggu mengenai jalur pelayaran di Selat Hormuz serta peran kedua negara sebagai negara pesisir.
Dia menyebutkan bahwa Teheran berharap negara-negara kawasan akan "menyadari peluang tersebut" dan memanfaatkan pertemuan itu untuk membahas upaya menciptakan kawasan yang aman tanpa campur tangan pihak luar.
Juru bicara tersebut menyatakan bahwa kesepahaman antara Iran dan Oman telah rampung disusun meskipun pertemuan itu dibatalkan. "Kami akan memutuskan, melalui konsultasi dengan Oman, mengenai langkah selanjutnya serta cara mengumumkan atau mencatatkan kesepahaman ini," tambahnya.
Iran dan Oman telah melakukan pembicaraan mengenai pengaturan sementara untuk mengelola pelayaran di jalur air tersebut sejak runtuhnya nota kesepahaman pada Juni, yang disepakati oleh Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang yang bermula pada Februari.
Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata pada April dan secara bertahap memulihkan tingkat pelayaran melalui selat tersebut ke kondisi sebelum perang, sambil merundingkan penyelesaian akhir.
sumber : Antara, Anadolu