kingsheadwye.com

Tiga Tahun Genosida Gaza, MUI: Ruang Diplomatik Israel dan AS Semakin Tersudut |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, menilai ruang diplomatik dan politik Israel serta Amerika Serikat (AS) semakin tersudut di tingkat global setelah tiga tahun Israel melakukan genosida di Gaza, Palestina. Menurut dia, dukungan internasional terhadap Palestina justru semakin menguat, baik melalui jalur diplomasi maupun gerakan masyarakat sipil.

“Tiga tahun Gaza terus dihancurkan oleh Israel, dan saat ini tidak saja di Gaza tapi sudah tereskalasi ke tempat lain misalnya Tepi Barat, bahkan situasinya semakin memanas. Karena sikap arogansi yang sangat luar biasa dari Israel yang tidak peduli terhadap berbagai resolusi, bahkan juga gencatan senjata,” kata Sudarnoto kepada Republika, Senin (5/10/2026)

Ia mengatakan, kondisi tersebut mesti mendapatkan perhatian lebih serius. Menurutnya, terdapat dua hal yang semakin terlihat dalam situasi Palestina saat ini. Pertama, jumlah korban semakin banyak dan tingkat kehancuran semakin masif. Kedua, gerakan internasional untuk mendukung Palestina semakin kuat.

“Gerakan internasional, baik yang dilakukan oleh masyarakat sipil maupun melalui PBB, ini semakin kuat untuk memberikan dukungan kepada Palestina,” katanya.

Sudarnoto mengatakan posisi Israel dan AS semakin tersudut oleh besarnya dukungan negara-negara peserta sidang PBB terhadap Palestina. Selain melalui forum resmi PBB, dukungan juga semakin terlihat melalui berbagai pertemuan multilateral yang melibatkan kelompok lintas negara, agama, dan etnis.

Menurut Sudarnoto, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap Palestina semakin luas. Ia menilai ruang diplomatik dan politik bagi Israel dan AS secara global mulai semakin sempit, termasuk dengan munculnya penentangan dari masyarakat di AS maupun Israel.

“Jadi saya ingin mengatakan bahwa sebetulnya ruang-ruang diplomatik dan ruang politik bagi Israel dan bagi Amerika sekarang ini secara global sudah mulai tersudutkan, apalagi di lingkungan atau suasana internal di Amerika maupun di Israel juga,” ujarnya.

Sudarnoto menilai perkembangan tersebut memberikan dukungan bagi para pembela Palestina untuk terus membangun aliansi dan melakukan konsolidasi. Menurutnya, perjuangan untuk Palestina dapat ditempuh melalui berbagai jalur.

“Tentu saja soal Palestina masih belum selesai, artinya masih harus memberikan dukungan, melakukan aliansi secara besar-besaran untuk terus menggalang kekuatan, berkonsolidasi untuk melawan Israel dengan cara yang bisa dilakukan oleh masing-masing. Ada cara-cara kemanusiaan, ada cara-cara diplomasi, ada cara-cara hukum, ada cara-cara politik dan saya kira juga ada berbagai cara-cara lain yang bisa dilakukan,” ujarnya.