Tim gabungan padamkan kebakaran hutan-lahan di Desa Pasir Putih Poso
Tim gabungan padamkan kebakaran hutan-lahan di Desa Pasir Putih Poso
Senin, 14 September 2026 12:15 WIB
Tim gabungan TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (13/9/2026). ANTARA/HO-Humas Kodam XXIII/Palaka Wira
Palu (ANTARA) - Tim gabungan TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (13/9) malam.
“Berkat sinergi dan kerja keras seluruh unsur, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WITA,” kata Dandim 1307/Poso Letkol Arm Edi Yulian Budiargo di Poso, Senin.
Ia menjelaskan sebanyak 366 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, PMI dan masyarakat dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Ia mengatakan karhutla tersebut diperkirakan membakar lahan seluas sekitar 18 hektare. Kobaran api merambat hingga kawasan SMAN 1 Pamona Selatan dan mengakibatkan empat bangunan sekolah dan 10 ruang belajar terbakar.
Menurut dia, kebakaran sebelumnya telah dipadamkan sekitar pukul 03.45 WITA. Namun, diduga masih terdapat bara di bagian bawah lahan, sekitar pukul 10.30 WITA, api kembali muncul dan membesar akibat kondisi cuaca panas disertai hembusan angin kencang.
Edi mengatakan tim gabungan dalam penanganan karhutla tersebut, didukung kendaraan pemadam dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD dan pihak perusahaan.
Selain itu, petugas menggunakan 70 pompa punggung, 10 pompa Alkon dan 10 tandon air untuk mempercepat proses pemadaman dan pendinginan di titik yang sulit dijangkau kendaraan.
“Setelah api padam, tim gabungan melanjutkan proses pendinginan dan penyisiran di area terdampak untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali,” ujar Edi.
Ia mengatakan tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Sementara kerugian material akibat terbakarnya bangunan sekolah dan barang-barang di dalam ruang kelas masih dalam proses pendataan.
Menurut Edi, situasi di lokasi terus dipantau oleh aparat dan tim terkait sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api, terutama mengingat kondisi cuaca yang panas dan kering.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api maupun asap di wilayahnya.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026