Tim SAR evakuasi mayat tanpa identitas di perairan Bakauheni
Tim SAR evakuasi mayat tanpa identitas di perairan Bakauheni
Senin, 20 Juli 2026 17:30 WIB
Tim SAR gabungan saat melakukan evakuasi terhadap mayat anonim di perairan Pulau Kandang Balak, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Senin. ANTARA/Riadi Gunawan
Iya benar, tadi pagi tim SAR gabungan telah mengevakuasi jenazah anonim yang berada di perairan Pulau Kandang Bala
Lampung Selatan (ANTARA) - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan mengevakuasi sesosok mayat tanpa identitas yang ditemukan mengapung di perairan Pulau Kandang Balak, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Senin.
Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung Rezie Kuswara, di Lampung Selatan, mengatakan jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh nelayan yang sedang melaut di sekitar perairan setempat.
“Iya benar, tadi pagi tim SAR gabungan telah mengevakuasi jenazah anonim yang berada di perairan Pulau Kandang Bala,” katanya.
Ia menjelaskan setelah menerima laporan, tim SAR gabungan bersama personel Polairud dan TNI AL langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan kapal patroli dengan mengevakuasi jasad ke Dermaga Bakauheni untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit guna proses identifikasi.
“Kami mendapatkan laporan pada hari Senin, pukul 10.10 WIB bahwa ada penemuan jenazah anonim yang membutuhkan evakuasi di Pulau Kandang Balak,” ujar dia.
Berdasarkan kondisi jasad, korban diperkirakan telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan.
Petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya laporan orang hilang dari wilayah sekitar.
Tim SAR mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke kantor kepolisian terdekat guna membantu proses identifikasi korban.
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.