TP Posyandu dan PKK Kotim turut bergerak lindungi warga dari kabut asap
TP Posyandu dan PKK Kotim turut bergerak lindungi warga dari kabut asap
Rabu, 2 September 2026 17:36 WIB
Ketua TP Posyandu dan TP PKK Kotim Khairiah turun langsung memimpin pembagian masker untuk masyarakat yang terdampak kabut asap, Rabu (2/9/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Sampit (ANTARA) - Tim Penggerak Posyandu dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, turut bergerak memberikan perlindungan kepada masyarakat dengan membagikan masker gratis di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kami dari TP Posyandu 6 Bidang SPM dan TP PKK Kotim bekerja sama membagikan masker kepada masyarakat, karena saat ini Kotim sedang terjadi karhutla dan kabut asap dimana-mana,” kata Ketua TP Posyandu 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kotim sekaligus TP PKK Kotim Khairiyah Halikinnor di Sampit, Rabu.
Khairiah menjelaskan, pembagian masker tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus langkah pencegahan untuk membantu masyarakat mengurangi paparan asap.
Aksi sosial tersebut menyasar masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, terutama pengendara yang melintas di Jalan HM Arsyad, tepatnya di depan Kantor Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Selain di lokasi tersebut, pembagian masker juga dilakukan di Kantor Kelurahan Mentawa Baru Hulu sehingga jangkauan perlindungan dapat diberikan kepada masyarakat di lebih dari satu titik yang terdampak kondisi udara akibat kabut asap.
Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko terpapar asap, terutama ketika aktivitas di luar rumah tidak dapat dihindari.
Ia mengingatkan bahwa paparan asap karhutla tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, sehingga pencegahan perlu dilakukan sejak dini.
“Harapannya pembagian masker ini menjadi salah satu upaya kita mencegah paparan asap, karena bisa menyebabkan penyakit ISPA dan diare,” tuturnya.
Khairiyah menilai perhatian terhadap kesehatan masyarakat menjadi semakin penting ketika kabut asap masih terjadi dalam beberapa hari terakhir, sebab kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada kelompok tertentu.
Masyarakat yang telah memiliki gangguan atau penyakit pernapasan, menurut dia, perlu mendapatkan perhatian lebih karena paparan udara tercemar dapat memperburuk kondisi yang sudah ada.
“Kalau musim kabut asap ini, kalau orang punya potensi penyakit yang sudah ada seperti asma, itu mudah sekali terdampak. Itu salah satu pencegahan bagi masyarakat,” tambahnya.
Baca juga: Fraksi PAN DPRD Kotim minta distribusi air bersih digencarkan
Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat tidak menganggap penggunaan masker sebagai hal sepele selama kondisi udara belum kembali membaik. Masker dapat digunakan ketika harus berada di luar ruangan, terutama pada waktu dan lokasi dengan paparan asap yang lebih terasa.
Imbauan tersebut juga sejalan dengan langkah pencegahan yang dilakukan TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah yang sebelumnya juga membagikan ribuan masker gratis kepada masyarakat sebagai upaya mengurangi risiko kesehatan akibat penurunan kualitas udara.
Di tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur, keterlibatan TP Posyandu dan TP PKK menunjukkan bahwa upaya menghadapi dampak karhutla tidak hanya dilakukan melalui penanganan titik api, tetapi juga melalui perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak secara langsung.
Pendekatan tersebut penting karena dampak karhutla dapat dirasakan masyarakat meskipun mereka tidak berada di sekitar lokasi kebakaran. Asap yang terbawa angin dapat menyelimuti kawasan permukiman dan ruang publik, sehingga masyarakat yang tetap beraktivitas di luar rumah berpotensi terpapar.
Khairiyah berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kondisi kesehatan masing-masing selama kabut asap masih berlangsung.
Selain menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, masyarakat juga diimbau mengurangi kegiatan di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak, khususnya ketika kondisi kabut asap semakin pekat.
Upaya perlindungan kesehatan tersebut diharapkan dapat membantu menekan dampak kabut asap terhadap masyarakat sembari penanganan karhutla terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama unsur terkait.
“Melalui pembagian masker ini juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat agar lebih sadar terhadap risiko kesehatan yang muncul selama bencana karhutla dan kabut asap masih terjadi,” demikian Khairiah.
Baca juga: Disdik Kotim beri kewenangan sekolah tentukan BDR
Baca juga: Bupati Kotim kerahkan dua ekskavator amankan KKOP Bandara Sampit
Baca juga: Penanganan karhutla prioritas, PT MAS tingkatkan dukungan melalui sinergi dengan pemerintah dan masyarakat
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.