kingsheadwye.com

Tren Sepatu Kerja 2026, VIVAIA Hadirkan Sneakerina Hingga Kitten Heels

Jakarta -

Menjalani padatnya rutinitas sehari-hari, mulai dari menerjang kemacetan, berpindah lokasi meeting, hingga tuntutan berdiri lama, sepatu kantor yang nyaman dan tetap stylish kini menjadi kebutuhan krusial. Menjawab perubahan gaya hidup dan cara berpakaian wanita modern tersebut, label alas kaki global VIVAIA merilis koleksi FW26 bertajuk RE:WORK.

Nama RE:WORK terilhami dari kode 'RE:' yang kerap dijumpai pada subjek balasan email. Kode ini membawa makna regarding work (mengenai pekerjaan), sekaligus merepresentasikan semangat untuk menghadirkan kembali opsi sepatu kerja yang lebih pas dengan kebutuhan wanita masa kini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilihan model yang ditawarkan dalam koleksi RE:WORK ini sangat beragam, mencakup loafers, clogs, sneakerinas, slingback, heels, hingga boots. Tiap model tampil dalam balutan siluet, pilihan warna, dan material anyar, namun tetap mempertahankan standar kenyamanan.

Koleksi Sepatu VIVAIA RE:WORKKoleksi Sepatu VIVAIA RE:WORK Foto: Dok. VIVAIA

Model slingback berujung runcing misalnya bagian dalamnya disemati bantalan suportif untuk menjaga kenyamanan kaki sepanjang hari hingga malam. Desain ini ditujukan bagi wanita yang menyukai gaya klasik namun tetap memprioritaskan kenyamanan dalam mobilitas harian.

Sedangkan model Velvet Whipstitched Kitten Heels (Scarlett) mengusung material velvet daur ulang bertesktur mewah yang memberikan kesan elegan. Ujung sepatunya dibuat runcing untuk menciptakan efek kaki yang terlihat lebih jenjang dan ramping. Meski tampak tirus, area depan sepatu tetap dirancang dengan ruang yang cukup lega agar pengguna tetap merasa nyaman meski beraktivitas seharian.

Koleksi Sepatu VIVAIA RE:WORKKoleksi Sepatu VIVAIA RE:WORK Foto: Dok. VIVAIA

Koleksi Rancangan Alan Buanne

RE:WORK juga menandai debut koleksi pertama di bawah arahan Alan Buanne sejak dirinya resmi diangkat sebagai Creative Director VIVAIA pada 2025. Sentuhannya membawa napas fashion yang lebih kental ke dalam filosofi rancangan VIVAIA yang sebelumnya berfokus pada fungsi kenyamanan.

Sebelumnya, Buanne telah mengantongi rekam jejak panjang di panggung fashion internasional. Dia pernah bekerja untuk Nicholas Kirkwood dan Bottega Veneta serta mendirikan label womenswear NEOUS.

"Kenyamanan selalu menjadi inti dari VIVAIA. Melalui RE:WORK, kami mencoba melihat hal tersebut dari sudut pandang busana kerja modern," ungkap Buanne saat peluncuran koleksi RE:WORK di VIVAIA Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (24/9/2026).

Koleksi Sepatu VIVAIA RE:WORKAlan Buanne, Desainer Sepatu VIVAIA Foto: Dok. VIVAIA

Menurut Buanne, pola kerja serta gaya berbusana wanita saat ini telah mengalami banyak perubahan. Oleh sebab itu, VIVAIA ingin menginterpretasikan ulang siluet sepatu kantor yang sudah familier lewat pendekatan estetika yang lebih kuat, baik dari segi bentuk, tekstur material, maupun permainan warna, tanpa mengorbankan kenyamanan.

Bagi Buanne, koleksi RE:WORK mencerminkan transformasi dalam cara wanita berpakaian untuk bekerja. Sejalan dengan makin fleksibelnya budaya bekerja, garis pemisah antara pakaian formal profesional dan busana harian kini makin pudar.

"Saat ini sudah tidak ada lagi satu standar seragam kaku untuk bekerja. Perempuan harus bergerak dinamis mulai dari perjalanan menuju kantor, menghadiri rapat, melakukan perjalanan dinas, bekerja dari rumah, hingga menghadiri acara santai setelahnya," jelas Buanne.

Ia menambahkan bahwa anggapan sepatu kantor harus selalu berbentuk siluet tradisional sudah mulai tidak relevan lagi. "Clogs, sneakerina, maupun loafer kini sama alaminya untuk dikenakan bekerja layaknya heels," tambahnya.

Buanne menegaskan bahwa kunci dalam mendesain sepatu terletak pada keseimbangan antara desain visual dan kenyamanan fisik. Dengan begitu, para wanita dapat memilih alas kaki karena memang menyukai estetikanya, tanpa perlu khawatir berapa lama sepatu tersebut bisa bertahan nyaman saat dipakai.

(eny/eny)