kingsheadwye.com

Trump Bakal Bertemu Pemimpin Interim Venezuela di Sidang Umum PBB

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan bertemu dengan pemimpin interim Venezuela, Delcy Rodriguez, untuk pertama kalinya dalam rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan depan.

Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz mengatakan pertemuan tersebut akan berlangsung pada Selasa (22/9) di sela-sela agenda Sidang Umum PBB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Trump) akan melakukan pertemuan singkat dengan presiden interim tersebut," kata Waltz kepada wartawan, Jumat (18/9) waktu setempat, seperti dilansir AFP, Sabtu (19/9).

Pertemuan itu menjadi pertemuan langsung pertama Trump dengan Rodriguez, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden Venezuela di bawah pemerintahan Nicolas Maduro.

Rodriguez sejauh ini bekerja sama dengan sejumlah tuntutan Washington, termasuk memberikan akses kepada AS terhadap cadangan minyak Venezuela yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia.

Dalam kesepakatan terbaru yang disebut Trump sebagai "kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah dunia", AS disebut akan memperoleh kendali atas sekitar seperlima cadangan minyak Venezuela.

Kesepakatan tersebut menuai kritik dari para penentang Rodriguez. Mereka menilai kesepakatan itu sama dengan menyerahkan kedaulatan Venezuela atas sumber daya alam negaranya.

Hubungan energi AS dan Venezuela juga semakin erat. Awal September lalu, perusahaan minyak AS Continental Resources menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan minyak nasional Venezuela, PDVSA, untuk mengembangkan produksi minyak di wilayah Cekungan Orinoco.

Menteri Energi AS Chris Wright menyebut proyek tersebut sebagai "kesepakatan penting dalam hubungan AS-Venezuela" sekaligus "kesepakatan penting dalam menjadikan Belahan Barat sebagai pusat sistem energi global."

Pertemuan Trump dan Rodriguez berlangsung setelah pemerintahan Trump melancarkan operasi militer untuk menggulingkan Maduro pada Januari 2026.

Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dalam operasi militer AS pada Januari. Keduanya kemudian dibawa ke penjara federal di New York dan kini menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan narkoba dan sejumlah tuduhan lainnya.

(lau/end)