Trump Batalkan Rencana Siarkan Langsung Eksekusi Mati Pelaku Penembakan Fort Hood
Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana siaran langsung eksekusi mati terhadap mantan mayor Angkatan Darat AS yang membunuh 13 orang di Fort Hood. Keputusan pada Kamis (15/10/2026) itu membatalkan rencana yang sebelumnya diumumkan Menteri Pertahanan (Menhan) Pete Hegseth setelah mendapat penolakan dari sejumlah politikus Partai Republik, pemimpin agama, dan masyarakat.
Keputusan tersebut membatalkan rencana siaran langsung eksekusi Nidal Hasan yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Desember dengan metode regu tembak.
Sebelumnya, Hegseth mengumumkan rencana untuk menyiarkan langsung eksekusi tersebut dari pangkalan militer Fort Hood di Texas, lokasi serangan yang dilakukan Hasan pada 2009. Tidak ada negara lain yang diketahui menyiarkan pelaksanaan hukuman mati berdasarkan putusan pengadilan melalui televisi maupun internet.
Seorang pejabat Gedung Putih yang berbicara dengan syarat anonim seperti dilaporkan CNA mengatakan bahwa Trump dan para penasihatnya sebelumnya tidak mengetahui rencana siaran langsung tersebut.
"Saya pikir menyiarkan eksekusi ini agar dapat disaksikan semua orang mungkin bisa menjadi peringatan keras bagi dunia tentang bagaimana AS menangani teroris dan manusia sampah seperti Hasan. Namun, banyak orang yang sangat baik dan berniat tulus memilih untuk tidak menyaksikan kematiannya, baik melalui siaran langsung maupun sarana visual lainnya," tulis Trump melalui media sosial.
"Dia akan tetap dieksekusi sesuai jadwal oleh regu tembak, tetapi pelaksanaannya tidak akan disiarkan."
Keluarga korban penembakan yang dilakukan Hasan tetap diperbolehkan menyaksikan eksekusi secara langsung di lokasi jika mereka menghendakinya, sebagaimana prosedur yang lazim diterapkan dalam pelaksanaan hukuman mati di AS.
Sejumlah politikus Partai Republik, termasuk Wakil Presiden JD Vance, serta para pemimpin agama sebelumnya menyampaikan berbagai tanggapan terhadap rencana Pentagon, mulai dari keraguan hingga kecaman keras.
Hasil jajak pendapat juga menunjukkan bahwa mayoritas warga AS menentang rencana siaran langsung tersebut. Uskup Agung Timothy Broglio, yang bertanggung jawab atas pelayanan rohani bagi anggota militer AS beragama Katolik, turut menyampaikan keberatannya. Sementara itu, Paus Leo mengecam hukuman mati dalam segala bentuknya.