kingsheadwye.com

Trump Mendadak Tunda Serangan ke Iran, Terima Telepon Pangeran MBS

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan menunda rencana serangan baru terhadap Iran selama masih ada peluang untuk mencapai kesepakatan yang dapat menghentikan ambisi nuklir Teheran sekaligus membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi terpenting dunia yang kini berada dalam kondisi tidak menentu akibat konflik.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Sabtu (1/8/2026) malam waktu setempat melalui platform Truth Social. Ia mengatakan Iran bersama sejumlah negara Timur Tengah meminta waktu untuk merampungkan kesepakatan yang akan menghasilkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh dan segera, serta mengakhiri ancaman nuklir Iran.

"Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya meminta waktu untuk menyelesaikan sebuah kesepakatan yang akan menghasilkan pembukaan Selat Hormuz secara Segera, Lengkap, dan Total serta mengakhiri ancaman nuklir Iran," tulis Trump.

Pilihan Redaksi

  • Makin Kacau! Trump Bela Netanyahu, Siapkan Serangan Mau Hancurkan ICC
  • Iran Kirim Ultimatum ke AS, Arab Saudi & UEA Siap Dibuat Menderita
  • Menkeu AS Terciduk Siapkan Rencana Borong Yen Jepang Rp180 Triliun

Trump menegaskan bahwa berdasarkan permintaan tersebut, ia memutuskan membatalkan serangan yang sebelumnya dipertimbangkan.

"Berdasarkan permintaan tersebut, saya telah setuju, demi masa depan DUNIA dan juga demi kelangsungan hidup Iran yang sukses dan makmur, untuk membatalkan serangan itu, dengan syarat kesepakatan dapat segera dicapai," lanjutnya.

Trump juga mengeklaim Israel mendukung langkah tersebut. "Israel bergabung dengan saya dalam komitmen ini," tulis Trump.

Namun hingga kini pemerintah Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim tersebut.

Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah Iran pada akhir pekan memperingatkan AS agar tidak melakukan tindakan yang disebutnya sebagai aksi "petualangan" militer baru.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyampaikan pesan tersebut dalam serangkaian percakapan telepon dengan pejabat tinggi Turki, Pakistan, dan Arab Saudi pada Sabtu.

Menurut akun Telegram Araqchi, dalam pembicaraan dengan Panglima Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, Iran menegaskan akan merespons secara tegas setiap tindakan agresi.

Araqchi mengatakan Iran akan memberikan respons yang tegas terhadap setiap "agresi" dan membahas konsekuensi dari "tindakan yang bersifat destabilisasi" oleh AS serta prospek meningkatnya ketidakamanan kawasan.

Dalam percakapan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan, Araqchi kembali memperingatkan bahwa serangan apa pun dari AS dan Israel atau keterlibatan negara-negara kawasan dalam operasi tersebut akan dibalas.

Araqchi menegaskan bahwa setiap serangan oleh AS dan Israel atau partisipasi negara-negara regional dalam tindakan tersebut akan mendapatkan "respons yang proporsional."

Adapun di tengah meningkatnya ketegangan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman juga dilaporkan berbicara langsung dengan Trump pada Sabtu.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa pemimpin de facto Arab Saudi tersebut "menyampaikan kekhawatiran dan meminta kejelasan" mengenai rencana AS terhadap Iran.

Seorang pejabat Gedung Putih juga mengonfirmasi kepada Reuters bahwa Mohammed bin Salman berbicara dengan Trump, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai isi pembicaraan tersebut.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]