kingsheadwye.com

Trump tunda eskalasi serangan ke Iran imbas penipisan stok rudal AS

Trump tunda eskalasi serangan ke Iran imbas penipisan stok rudal AS

Minggu, 26 Juli 2026 16:27 WIB

Image Print

Ilustrasi - Serangan rudal oleh Iran. ANTARA/IRNA/IRGC.

New York (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menunda rencananya untuk memperluas agresi militer terhadap Iran menyusul kekhawatiran eskalasi serangan bersenjata itu dapat menguras cadangan rudal pertahanan udara AS yang kian menipis.

Laporan tersebut pertama kali dihembuskan harian The New York Times dengan mengutip sejumlah sumber internal.

Sebelumnya, portal berita Axios melaporkan militer Amerika Serikat terus mematangkan rencana operasi militer berskala besar terhadap Iran, meski Presiden Trump belum menerbitkan perintah resmi.

Menurut Axios, Trump telah menginstruksikan penghentian serangan baru ke Iran sejak Jumat (25/7), dengan memutus gelombang gempuran yang telah berlangsung selama 13 hari berturut-turut.

The New York Times menyebut penundaan eskalasi serangan itu didasari oleh kekhawatiran Pentagon akan penipisan stok rudal penangkis jenis Patriot dan amunisi pertahanan udara lainnya di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, para pejabat tinggi AS mengkhawatirkan dampak pelebaran konflik, mulai dari renggangnya hubungan dengan sekutu kunci di Teluk Persia, guncangan ekonomi global, hingga semakin buruknya krisis energi dan migrasi.

Keputusan Trump tersebut diambil usai ia menggelar pertemuan tertutup bersama para penasihat dan pejabat senior Pemerintah AS pada Jumat.

Secara terpisah, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine secara internal memperingatkan bahwa meski penyerangan skala besar memungkinkan untuk dilanjutkan, langkah tersebut berisiko tinggi menguras habis persediaan rudal pencegat milik militer AS.

Hampir seluruh lingkaran dalam istana kepresidenan AS menganggap rencana eskalasi tersebut kurang bijaksana.

Salah seorang pejabat bahkan meragukan serangan baru akan membawa Iran kembali ke meja perundingan dan justru berisiko menyatukan rakyat Iran untuk melawan ancaman dari luar.

Pewarta : Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026