Tujuh finalis POTEK Dance Fest siap adu keterampilan di Prambanan
Tujuh finalis POTEK Dance Fest siap adu keterampilan di Prambanan
Sabtu, 29 Agustus 2026 06:23 WIB
Para finalis Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 saat menghadiri rangkaian acara kompretisi dance di Amaranta. Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/Agung Dwi Prakoso
Yogyakarta (ANTARA) - Tujuh finalis kompetisi Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 siap beradu keterampilan di Kawasan Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus mengampanyekan hidup sehat melalui aktivitas fisik berupa tari yang menyasar anak muda dan generasi Z (Gen Z).
Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category Kalbe Consumer Health, Andry Mahyudi di Sleman, Jumat, mengatakan kompetisi tari tersebut berangkat dari keinginan untuk menjadikan pesan hidup aktif terasa lebih dekat dan relevan dengan dunia anak muda.
"Anak muda sebenarnya punya begitu banyak cara untuk bergerak, kami ingin mengajak mereka memulainya dari aktivitas yang memang mereka sukai, salah satunya dance," katanya.
Menurut dia, dance tidak hanya dimaknai sebagai kompetisi dan keterampilan di atas panggung, tetapi juga sebagai aktivitas untuk bergerak, berekspresi, bertemu komunitas, dan membangun kebiasaan aktif dengan cara yang menyenangkan.
"Peserta berasal dari berbagai kota di Indonesia yang mengikuti seleksi secara langsung di Palembang, Medan, Bandung, Surabaya, Bali, Makassar, Pontianak, Ambon, Jakarta, Solo dan finalnya diselenggarakan di Prambanan Yogyakarta," ujarnya.
Ia menyebutkan tujuh kelompok dance akan beradu keterampilan dalam kompetisi Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 yang digelar di Kawasan Candi Prambanan, Kabupaten Sleman pada Minggu (30/8/2026).
Ketujuh finalis tersebut, yakni In Motion Dance House dari Medan, ArteeZ dari Jabodetabek, Mystylez Crew dari Jawa Barat, Waackanizm dari Jawa Tengah, Sunkiss Dance Crew dari Jawa Timur, Zenith dari Sulawesi, serta A-Youngz dari Jabodetabek.
"Mereka akan membawa karakter daerah, referensi budaya, serta interpretasi mereka terhadap tema Modern with Indonesian Heritage," katanya.
Sementara itu, dokter olahraga sekaligus influencer kesehatan Ikhwan Zein mengatakan dance dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik yang berpotensi diminati kalangan muda, khususnya Gen Z.
"Ada intensitas, kemudian ada durasi yang masuk untuk kita kategorikan sebagai juga gerakan aerobik atau kardio," katanya.
Menurut dia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan aktivitas fisik selama 150 menit per minggu dengan intensitas sedang atau 75 menit per minggu dengan intensitas berat.
"Jadi kalau kemudian Anda berolahraga yang intensitasnya agak tinggi, sebenarnya 75 menit per minggu itu kan kira-kira kalau satu kali dance masuk ya dari rekomendasi 75 menit per pekan," ujarnya.
Ia menyebutkan olahraga dapat dikategorikan sebagai aktivitas aerobik apabila dilakukan minimal sekitar 10 menit dengan gerakan yang repetitif dan ritmis serta melibatkan otot-otot besar. Aktivitas tersebut bermanfaat bagi anak muda yang kurang melakukan aktivitas fisik atau menjalani gaya hidup sedentari.
"Sehingga, tentunya sangat related ya ketika ada sebuah kegiatan yang mana mendorong anak-anak muda terutama untuk bisa meningkatkan aktivitas fisiknya melalui gerakan-gerakan yang menarik, sehingga mereka itu bisa mengikuti secara konsisten," katanya.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026