kingsheadwye.com

Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak: Tujuh Dekade UNAND Menggerakkan Tri Dharma untuk Pembangunan Berkelanjutan

Padang (ANTARA) - Usia tujuh dekade bukan sekadar angka dalam perjalanan sebuah universitas. Ia adalah penanda kematangan, sekaligus ujian tentang seberapa jauh ilmu pengetahuan telah diterjemahkan menjadi manfaat bagi masyarakat. Dalam konteks itu, Dies Natalis ke-70 Universitas Andalas (UNAND) dengan tema “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak” hadir bukan hanya sebagai perayaan institusional, tetapi juga sebagai momentum refleksi atas peran perguruan tinggi di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Di era ketika dunia menghadapi perubahan iklim, ketimpangan sosial, transformasi digital, hingga krisis ketahanan pangan, keberhasilan perguruan tinggi tidak lagi cukup diukur dari jumlah lulusan atau publikasi ilmiah. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar dampak yang dihasilkan bagi masyarakat. Dalam kerangka itulah tema Dies Natalis tahun ini menjadi relevan. Tumbuh berakar berarti memperkuat fondasi nilai dan keilmuan. Menjulang berdampak berarti memastikan setiap capaian akademik memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

Tumbuh Berakar, Merawat Identitas dan Menguatkan Pendidikan
Sebagai perguruan tinggi tertua di luar Pulau Jawa, UNAND tumbuh dari aspirasi masyarakat Sumatera Barat untuk menghadirkan pendidikan tinggi bermutu. Akar sejarah tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi perubahan zaman. Di tengah arus globalisasi yang semakin kuat, universitas perlu tetap berpijak pada identitas dan nilai yang melahirkannya.

Makna “berakar” bukanlah bertahan dalam romantisme masa lalu, melainkan kemampuan untuk menjaga relevansi nilai-nilai sambil beradaptasi dengan masa depan. Dalam konteks pendidikan, UNAND terus melakukan berbagai inovasi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan untuk menghadapi dunia kerja yang terus berubah.

Komitmen tersebut sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menciptakan generasi yang mampu menjadi agen perubahan, bukan sekadar pencari kerja. Mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk menjadi problem solver dalam berbagai persoalan masyarakat.

Menjulang melalui Riset dan Inovasi sebagai Solusi
Namun, pendidikan saja tidak cukup. Perguruan tinggi harus menjadi pusat lahirnya gagasan dan inovasi yang mampu menjawab tantangan zaman. Di sinilah makna “menjulang” menemukan tempatnya.

Menjulang bukan berarti menjauh dari realitas masyarakat. Sebaliknya, menjulang berarti memiliki kapasitas intelektual yang semakin tinggi untuk menghasilkan solusi yang semakin relevan. Berbagai penelitian yang dilakukan sivitas akademika UNAND di bidang kesehatan, pertanian, kebencanaan, ekonomi, lingkungan, dan teknologi menunjukkan bahwa universitas dapat menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Keberhasilan tersebut mulai mendapatkan pengakuan di tingkat global. Pada pemeringkatan THE Sustainability Impact Ratings 2026, Universitas Andalas berhasil masuk ke kelompok peringkat 401-600 dunia, meningkat dari posisi sebelumnya di kelompok 601-800 dunia. Pemeringkatan ini mengukur kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian 17 tujuan SDGs melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, serta kemitraan strategis.

Lebih membanggakan lagi, beberapa indikator seperti kesetaraan gender, pekerjaan layak, serta pertumbuhan ekonomi dan industri, inovasi, dan infrastruktur menempatkan UNAND dalam kelompok peringkat 101-200 dunia. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kualitas riset dan inovasi yang dikembangkan telah bergerak menuju dampak yang semakin nyata.

Ketika Kampus Hadir Berdampak untuk Masyarakat
Esensi paling mendasar dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Pada titik inilah keberadaan universitas diuji. Sebab ilmu pengetahuan yang hebat sekalipun akan kehilangan makna jika tidak memberikan manfaat bagi publik.
UNAND telah menunjukkan berbagai upaya untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat. Program pemberdayaan UMKM, pendampingan petani, penguatan ekonomi lokal, layanan kesehatan, mitigasi bencana, hingga pengembangan kewirausahaan menjadi bukti bahwa universitas tidak berdiri sebagai menara gading yang terpisah dari realitas sosial.

Sesungguhnya dampak tidak selalu hadir dalam bentuk proyek besar atau angka statistik yang spektakuler. Dampak sering kali lahir dari perubahan-perubahan kecil yang berlangsung secara konsisten. Petani yang memperoleh akses ke teknologi baru, pelaku UMKM yang mampu memperluas pasar, masyarakat yang lebih siap menghadapi bencana, atau mahasiswa yang belajar memahami persoalan bangsa secara langsung.

Inilah bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi terhadap SDGs. Kampus tidak hanya menjadi tempat memproduksi ilmu, tetapi juga ruang untuk mentransformasikan ilmu menjadi solusi.

Menuju Pembangunan Berkelanjutan dengan Optimisme
Memasuki usia 70 tahun, UNAND memiliki modal yang kuat untuk melangkah lebih jauh. Reputasi akademik yang terus berkembang, sumber daya manusia yang semakin kompetitif, jejaring alumni yang luas, serta pengakuan internasional di bidang keberlanjutan menjadi fondasi penting dalam menghadapi masa depan. Namun, tantangan juga semakin besar. Persaingan global, percepatan teknologi kecerdasan buatan, kebutuhan hilirisasi riset, serta tuntutan peningkatan dampak sosial menuntut transformasi yang lebih cepat dan kolaboratif.

Karena itu, masa depan UNAND tidak dapat dibangun oleh universitas semata. Pemerintah, dunia usaha, alumni, masyarakat sipil, dan seluruh pemangku kepentingan perlu bekerja sama. SDGs mengajarkan bahwa pembangunan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kemitraan yang kuat.

Tema “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak” sejatinya merupakan visi jangka panjang. Ia mengingatkan bahwa universitas harus tetap kokoh pada nilai-nilai dasar keilmuan dan integritas, sekaligus berani menatap dunia dengan inovasi dan kemanfaatan. Pada usia ke-70, UNAND telah menunjukkan bahwa pertumbuhan bukan sekadar tentang menjadi lebih besar, melainkan tentang menjadi lebih bermakna.
Selamat Dies Natalis ke-70 Universitas Andalas. Semoga tetap berakar pada nilai, menjulang dalam prestasi, dan semakin berdampak bagi masyarakat, bangsa, serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Dosen Departemen Ekonomi – Universitas Andalas