Tumpukan sampah di TPS Sandubaya Kota Mataram tersisa sebanyak 2.000 ton
Mataram (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sandubaya, terus berkurang dan sampai saat ini tersisa sekitar 2.000-3.000 ton.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Sabtu, mengatakan, dengan kondisi itu timbunan sampah tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat di sekitarnya.
"Alhamdulillah, tumpukan sampah di TPS Sandubaya sudah mulai berkurang dan tidak ada lagi bau menyengat yang mengganggu aktivitas warga dan pekerja di sekitarnya," katanya.
Pada pertengahan tahun 2025, TPS Sandubaya menjadi TPS untuk semua sampah dari enam kecamatan se-Kota Mataram, akibat adanya penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat, karena adanya perbaikan dan penambahan landfill baru.
Dampak dari pengalihfungsian TPS Sandubaya itu memicu tumpukan sampah hingga ratusan ribu ton, karena volume sampah di Kota Mataram mencapai sekitar 250 ton per hari.
"Tapi sekarang, kondisinya sudah jauh lebih baik setelah TPA dibuka, dilakukan pembuangan ekstra, mengoptimalkan pembakaran sampah dengan insinerator, dan pemilihan," katanya.
Sampai Mei 2026, sisa sampah di TPS Sandubaya sekitar 10.000 ton, ditargetkan rampung pada Juni 2026. Akan tetapi, target itu belum bisa tercapai karena adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).
Baca juga: Kota Mataram bebas dari TPS konvensional
Armada pengangkut sampah di Kota Mataram menggunakan jenis BBM Pertamax Dex, dengan adanya penyesuaian itu, proses pembuangan sampah ke TPA dikurang dan mengoptimalkan sistem pembakaran dengan dua unit mesin insinerator.
"Sisanya sekarang sekitar 2.000-3.000 ton. InsyaAllah, jika kondisi anggaran daerah mencukupi untuk tambahan BBM atau pengadaan insinerator maka sampah di TPS Sandubaya segera kami sterilkan," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026