kingsheadwye.com

Turnamen MLSC di Yogyakarta tunjukkan kualitas permainan makin baik

Turnamen MLSC di Yogyakarta tunjukkan kualitas permainan makin baik

Minggu, 20 September 2026 22:28 WIB

Image Print

Penyerahan juara pada tim terbaik dalam turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta seri 1 2026-2027 di Stadion Tridadi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (20/9/2026) (ANTARA/HO-Dok turnaman MLSC)

Yogyakarta (ANTARA) - Turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta seri 1 2026-2027 telah mencapai puncaknya pada Minggu (20/9) di Stadion Tridadi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan menunjukkan kualitas permainan sepak bola wanita usia dini yang semakin meningkat.

Program Manager MLSC Welly Arisanto dalam keterangan di Yogyakarta, Minggu, mengapresiasi penyelenggaraan turnamen sepak bola putri yang menunjukkan kualitas kompetisi perlahan tapi pasti mulai naik, seiring dengan bertambahnya antusiasme peserta di setiap kotanya.

"Dari sisi kualitas kompetisi sudah bisa terlihat bahwa memang ada perkembangan di setiap serinya. Ini menunjukkan bahwa ekosistem kompetisi semakin terbentuk dan semakin bagus dengan munculnya sekolah-sekolah baru sebagai pemenang," katanya.

Pelaksanaan MLSC di Yogyakarta ini bagian dari rangkaian turnamen di 15 kota yaitu Semarang dan Tangerang, Jakarta Raya, Yogyakarta, Bekasi dan Kudus, Jakarta Utara dan Bandung, Surabaya, Garut, Malang, Solo, Samarinda, Banjarmasin, serta Jayapura.

"Yang terjadi di Semarang kemarin, di mana muncul sekolah-sekolah baru yang menjadi juara. Kita juga bisa melihat antusiasme sekolah yang mengikuti MLSC masih sangat tinggi. Harapannya jumlah partisipasi sekolah-sekolah di MLSC terus bertambah," katanya.

Di Yogyakarta, turnamen yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife tersebut SD Muhammadiyah Sapen sukses mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan SD Negeri Kalasan 1 dengan skor tipis 1-0 pada laga final Kelompok Umur (KU) 12.

Sedangkan untuk kategori KU 10, SD Negeri Tarakanita Bumijo I berhasil menjadi yang terbaik untuk pertama kalinya setelah menang 3-1 atas SD Muhammadiyah Sapen dalam laga final KU 10 yang berlangsung ketat sejak awal.

Pelatih SDN Kalasan 1 Muhammad Arifin mengaku tetap puas dengan penampilan anak asuhnya selama turnamen meski belum berhasil menjadi juara, karena keberhasilan tim menembus partai final sudah sesuai target yang ditetapkan.

"Bagi saya, hasil hari ini bukan masalah karena yang penting anak-anak tetap semangat untuk latihan lebih keras lagi ke depan. Masih ada Seri 2 dan ada tahun-tahun berikutnya," katanya.

Meski demikian, salah satu pemain mereka, Afita Nur Inderasari, berhasil membawa pulang trofi Best Player KU 12 karena menjadi pemain terbaik, sehingga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkembang menjadi pemain yang lebih baik.

"Saya tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan Best Player, ini hasil dari perjuangan keras saya latihan tiga kali seminggu. Setelah ini semoga bisa terpilih ikut MLSC All-Stars dan lanjut ke Hydroplus Soccer League supaya nanti bisa masuk tim nasional," katanya.

Peraih predikat Top Skor KU 10, Alisya Natalia Bandari mengatakan semakin termotivasi untuk berlatih lebih keras demi mewujudkan mimpinya menjadi pemain tim nasional.

"Terima kasih kepada orang tua, pelatih, dan guru yang sudah mendukung latihan sepakbola. Ini hasil dari latihan giat saya di sekolah dan di SSB. Setelah ini, saya ingin terus berlatih lebih giat lagi supaya bisa menjadi seperti idola saya, Keysya (Arabella)," katanya.

Pewarta : HRI
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026