UI dorong kapabilitas aparatur desa melalui Kepala Desa Masuk Kampus
Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) menegaskan komitmennya sebagai kampus kolaboratif dalam menyediakan wadah pendidikan berkualitas guna mendongkrak kapabilitas aparatur desa melalui Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK).
Wakil Rektor UI Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa dan Alumni, Hamdi Muluk di Depok, Selasa, mengatakan smart village hanya akan terwujud melalui sinergi metode ilmiah kampus dan kearifan lokal lapangan untuk merealisasikan enam pilar pemerintahan desa berdampak.
Ia menekankan pentingnya proses unlocking atau membuka sumbat potensi kepemimpinan desa melalui program ini.
Baca juga: Kemendagri gandeng UI tingkatkan kapasitas kepala desa
“Saatnya kepala desa masuk kampus untuk menimba ilmu, bukan demi mengejar gelar akademik, melainkan sebagai langkah nyata membuka ruang bertukar gagasan, serta memastikan para kepala desa pulang dengan peta jalan inovasi dan jejaring kuat yang siap diimplementasikan demi kemajuan bangsa,” kata Hamdi.
Ia menambahkan keberhasilan program tidak diukur dari sertifikat, melainkan perubahan nyata di masyarakat melalui efek domino yang dimulai dari bootcamp intensif, eksekusi proyek perubahan di desa selama 6–8 minggu, hingga audit sosial oleh warga.
Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian mengatakan program KDMK bertujuan menyamakan standar kompetensi manajerial, kepemimpinan publik, dan literasi kebijakan para kepala desa yang memiliki latar belakang pendidikan bervariasi, dimana sekitar 61 persen merupakan lulusan SMA.
Lewat program intensif yang menyasar ratusan kepala desa dari berbagai daerah ini, UI menginisiasi penyeragaman kompetensi demi menguatkan fondasi menuju smart village, sekaligus mencetak pemimpin publik modern yang mampu mengelola administrasi secara profesional demi kesejahteraan warga.
Mendagri mengapresiasi terobosan UI yang dinilai krusial untuk mencegah ketimpangan pembangunan antara kota dan desa.
Baca juga: BPHN-MA tingkatkan kapasitas kepala desa di Paralegal Justice Award
Baca juga: Mendagri: Kades kompeten hadirkan desa mandiri dan bendung urbanisasi
Tito mengingatkan pentingnya memperkuat desa dengan merefleksikan fenomena urbanisasi ekstrem di Jepang dan Seoul yang memicu penyusutan penduduk hingga membuat pedesaan menjadi mati.
Lebih lanjut, Tito menjelaskan Kemendagri secara khusus memilih bekerja sama dengan UI sebagai kampus terbaik di Indonesia yang memiliki kualitas akademis mumpuni.
Melalui modul kepemimpinan, manajemen, dan inovasi yang diajarkan di sini. Ia berharap kerja sama ini mampu menambah kemampuan para kepala desa, sehingga pengelolaan anggaran pembangunan dari pusat dapat dieksekusi secara transparan, akurat, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pewarta: Feru Lantara
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.