Ukraina Kian Terjepit: Rudal Pencegat Menipis, Defisit Perang 27 Miliar Dolar AS |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ukraina memasuki salah satu fase paling berat sejak invasi skala penuh Rusia dimulai lebih dari empat tahun lalu. Tekanan tidak lagi hanya datang dari garis depan, tetapi sekaligus dari langit, kas negara, politik domestik, dan mulai terbatasnya ruang fiskal negara-negara Eropa yang selama ini menjadi penyangga utama Kyiv.
The Washington Post dalam laporan terbarunya menggambarkan prospek perang Ukraina memburuk dalam beberapa pekan terakhir. Kyiv menghadapi intensifikasi serangan udara Rusia, kekurangan rudal pencegat pertahanan udara, lubang anggaran miliaran dolar AS, kasus-kasus korupsi, serta munculnya kelelahan di antara para pendukung internasionalnya.
Dua masalah dinilai paling mendesak. Ukraina membutuhkan lebih banyak rudal untuk mempertahankan kota-kotanya dari serangan balistik Rusia, sementara pemerintah harus menemukan puluhan miliar dolar AS untuk mempertahankan operasi militer hingga akhir tahun.
Tekanan itu muncul ketika front darat relatif membeku. Drone telah membuat pergerakan pasukan dalam jumlah besar semakin berisiko, sehingga Rusia dan Ukraina mengalihkan semakin banyak sumber daya ke rudal, drone, peperangan elektronik, dan teknologi pertahanan udara.
Langit Ukraina Makin Sulit Dipertahankan
Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia telah meningkatkan produksi rudal balistik secara signifikan. Menurut The Washington Post, Zelensky menyebut Moskow kini mampu memproduksi sekitar 140 rudal balistik per bulan, sementara Ukraina membutuhkan sedikitnya dua rudal pencegat untuk menghadapi setiap rudal yang datang.
Persoalannya, stok pencegat tidak bertambah secepat ancaman Rusia. Negara-negara Eropa telah menyerahkan berbagai sistem pertahanan udara kepada Ukraina, tetapi sejumlah pemerintah mulai berhati-hati mengurangi persediaannya sendiri karena pasokan rudal antipesawat dunia juga terbatas.
Reuters pada 23 Agustus 2026 memberikan gambaran lebih konkret mengenai penyusutan pasokan tersebut. Zelensky mengatakan Ukraina diperkirakan menerima 264 rudal pencegat Patriot sepanjang 2026, turun dari 364 pada 2025 dan 675 pada 2023. Rusia pada saat yang sama berusaha meningkatkan kapasitas produksi hingga sekitar 1.300 rudal balistik per tahun.
Situasi itu menjadi semakin mendesak menjelang musim dingin. Rusia secara berulang menyerang pembangkit listrik, jaringan energi, kawasan industri, dan infrastruktur logistik Ukraina untuk meningkatkan biaya ekonomi sekaligus menekan kehidupan masyarakat sipil.
Reuters pada Selasa, 8 September 2026, melaporkan Rusia kembali menggempur Kyiv tak lama setelah utusan perdamaian Amerika Serikat meninggalkan ibu kota tersebut. Lima orang tewas dan 35 lainnya terluka, sementara rudal balistik kembali memperlihatkan betapa sulitnya ancaman itu dicegat pertahanan udara Ukraina.
Kyiv sebenarnya tengah mengamankan kontrak sekitar 1.000 rudal Patriot dengan bantuan sekutu dan pembiayaan Uni Eropa. Namun, Menteri Pertahanan Ukraina Yevhenii Khmara mengatakan kepada Reuters pada 8 September bahwa sebagian besar rudal tersebut baru akan dikirim dalam beberapa tahun mendatang, sedangkan Ukraina memerlukannya sekarang.
Kanada kemudian mengumumkan paket 350 juta dolar Kanada untuk membantu Ukraina memperoleh rudal pencegat. Perdana Menteri Mark Carney pada Kamis, 10 September 2026, mengatakan pertahanan udara Ukraina menjadi semakin kritis di tengah peningkatan serangan Rusia.
Dengan demikian, persoalan Kyiv bukan tidak adanya bantuan sama sekali. Masalah sebenarnya adalah kesenjangan antara kebutuhan pertahanan yang sangat mendesak dan jadwal produksi serta pengiriman senjata yang membutuhkan waktu jauh lebih panjang.
Lubang Anggaran 27 Miliar Dolar AS
Tekanan militer tersebut berimpit dengan masalah yang tidak kalah serius: uang. Pemerintah Ukraina mengatakan menghadapi kekurangan pembiayaan pertahanan sekitar 27 miliar dolar AS pada 2026.
The Washington Post melaporkan pengumuman mengenai besarnya kekurangan tersebut mengejutkan sejumlah pejabat Eropa. Brussels sebelumnya mengira kebutuhan Ukraina untuk tahun ini dan tahun berikutnya sebagian besar telah terakomodasi melalui paket pembiayaan internasional lebih dari 100 miliar dolar AS.
Seorang diplomat senior Eropa bahkan menggambarkan cara Kyiv menyampaikan kebutuhan tambahan tersebut seperti “sebuah bom telah dijatuhkan” kepada coalition of the willing. Diplomat itu meminta Ukraina melakukan penghematan nyata serta memenuhi persyaratan reformasi yang menjadi bagian dari pencairan bantuan Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional atau IMF.