kingsheadwye.com

Undip menggandeng universitas China kolaborasi bidang AI dan robotika

Undip menggandeng universitas China kolaborasi bidang AI dan robotika

Rabu, 9 September 2026 08:45 WIB

Image Print

Rektor Universitas Diponegoro Semarang Prof Suharnomo bersama jajarannya, usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Guangdong Food and Drug Vocational College. ANTARA/HO-Undip

Semarang (ANTARA) - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memperluas jejaring internasional, terutama dalam bidang AI atau kecerdasan buatan dan robotika dengan menggandeng Universitas Diponegoro China.

Rektor Undip Prof. Suharnomo, dalam pernyataan di Semarang, Selasa, menegaskan bahwa pengembangan AI, robotika, dan teknologi digital menjadi salah satu bidang strategis yang perlu diperkuat melalui kolaborasi internasional.

Untuk memperluas kolaborasi, Undip mengawalinya melalui Guangdong–Indonesia Higher Vocational Education Exchange Seminar.

Delegasi Undip yang dipimpin Rektor Suharnomo melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Guangdong Food and Drug Vocational College.

Salah-satu kegiatan penting terutama penjajakan kolaborasi dengan pusat AI dan robotika di School of Digital Business di Guangzhou City Polytechnic.

Turut mendampingi dari Undip, Dekan Fakultas Teknik Prof. Jamari, IPU., ASEAN Eng dan Direktur Inovasi dan Kerja Sama drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D.

MoU ditandatangani oleh Prof. Suharnomo bersama Deputy Director Prof. Hou Song, disaksikan oleh President of the Guangdong Education Association of International Exchange (GDEAIE) serta President of Guangzhou Huashang Vocational College Prof. Lu Kunjian.

Suharnomo menegaskan kesiapan Undip untuk mengembangkan kerja sama yang menghubungkan pendidikan, riset dan inovasi dengan kebutuhan industri.

Menurut dia, potensi tersebut semakin terbuka dengan berkembangnya kawasan industri di Jawa Tengah, termasuk Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang menjadi lokasi investasi berbagai perusahaan internasional, termasuk dari China.

"Kami melihat peluang besar untuk mempertemukan kekuatan akademik Undip dengan perkembangan teknologi dan industri," katanya.

Diharapkan, mahasiswa dan peneliti Undip memperoleh akses pada ekosistem teknologi yang maju, sedangkan hasil pendidikan dan riset yang dikembangkan dapat semakin sesuai dengan kebutuhan industri dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, GDEAIE menyampaikan ketertarikan untuk membangun kolaborasi dengan Undip, antara lain mobilitas mahasiswa Guangdong–Indonesia.

Kemudian, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penguatan kolaborasi pendidikan vokasi dengan industri, khususnya pada bidang AI, pangan, kesehatan, digitalisasi teknologi pertanian, dan industri kreatif.

Kegiatan yang difasilitasi oleh CUCAS (China’s University and College Admission System) itu juga membahas gagasan pembentukan cluster kolaborasi universitas–industri.

Sementara itu, CEO CUCAS Indonesia Mr. Zhou Dong mendorong kolaborasi sejumlah universitas Indonesia dengan sektor industri yang spesifik sehingga tercipta "link and match" yang lebih kuat.

Sejalan dengan hal tersebut, Undip juga berencana membuka Mandarin Center dan menjajaki kerja sama dengan CUCAS untuk mempersiapkan mahasiswa dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri China di Indonesia.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.