Venezuela capai kesepakatan dengan perusahaan AS soal migas - ANTARA News Jawa Timur
Mexico City (ANTARA) - Venezuela menandatangani kontrak dengan perusahaan minyak Amerika Serikat Hunt Oil untuk ikut dalam produksi hidrokarbon di Lapangan Carito, serta kesepakatan kerangka kerja dengan perusahaan jasa ladang minyak AS SLB untuk eksplorasi lapangan secara terpadu, kata Menteri Hidrokarbon Venezuela Paula Henao.
"Kami baru saja menandatangani kontrak terkait pengembangan dan peningkatan produksi di Lapangan Carito. Ini merupakan kontrak partisipasi produksi hidrokarbon, dan kami juga menandatangani kesepakatan kerangka kerja untuk pengembangan dan penyediaan layanan eksplorasi lapangan terpadu. Kesepakatan terakhir kami tandatangani dengan SLB," kata Henao kepada stasiun televisi VTV.
Menurut Henao, kontrak dengan Hunt Oil, yang disebutnya sebagai "perusahaan bereputasi baik", bertujuan memulihkan produksi di Lapangan Carito. Pada April, kedua pihak menandatangani nota kesepahaman mengenai proyek investasi di sektor minyak dan gas.
Kesepakatan baru tersebut ditandatangani di Houston dalam konferensi IMAGE 2026 yang mempertemukan para spesialis geologi dan geofisika serta perusahaan energi.
Dalam kegiatan tersebut, delegasi Venezuela memaparkan peluang investasi di industri minyak dan gas negara itu serta rezim regulasi baru setelah reformasi sebagian terhadap peraturan perundang-undangan hidrokarbon.
Kuasa Usaha Venezuela untuk Amerika Serikat Johann Alvarez, yang menjadi bagian dari delegasi tersebut, juga menyampaikan perihal pertemuan kerja dengan perwakilan Departemen Energi AS untuk membahas agenda bersama itu.
Menurut Henao, delegasi Venezuela akan melanjutkan kegiatan di Houston pada 19 Agustus sekaligus mempromosikan konferensi internasional Energy Week yang dijadwalkan berlangsung di Venezuela pada Februari mendatang.
Kegiatan itu ditujukan untuk mempertemukan perusahaan-perusahaan internasional yang bergerak di berbagai tahapan rantai energi, mulai dari jasa ladang minyak dan pengeboran hingga produksi dan penjualan minyak.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta: Primayanti
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.