kingsheadwye.com

Wagub Kalbar minta masyarakat tingkatkan kewaspadaan potensi kebakaran - ANTARA News Kalimantan Barat

Bengkayang (ANTARA) - Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung, menyusul terdeteksinya sekitar 360 titik api di berbagai wilayah di provinsi tersebut.

"Kita perlu kerja sama dan kewaspadaan semua pihak. Kalau ada titik-titik api segera laporkan," kata Krisantus saat meninjau dan menyerahkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Sabtu Minggu.

Ia mengatakan kondisi kemarau yang kering meningkatkan risiko kebakaran, baik kebakaran hutan dan lahan maupun kebakaran di kawasan permukiman dan pusat perdagangan.

Menurut dia, kebakaran dalam waktu berdekatan terjadi di sejumlah wilayah Kalbar, antara lain Ketapang, Jeruju, dan Segedong. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat dan respon cepat terhadap setiap potensi kebakaran.

Krisantus mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik api yang berpotensi meluas.

"360 titik api tersebar di seluruh penjuru Provinsi Kalbar. Ini ada kemungkinan akan membesar, tetapi BPBD kami terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik api yang berpotensi menyebar," ujarnya.

Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api sehingga petugas dapat melakukan penanganan lebih awal sebelum meluas.

Selain kebakaran hutan dan lahan, Krisantus mengingatkan masyarakat agar memperhatikan sumber api di lingkungan permukiman dan kawasan perdagangan, terutama saat kondisi cuaca kering.

Masyarakat diminta tidak sembarangan membakar sampah serta memastikan api benar-benar padam setelah digunakan. Penggunaan kompor dan kondisi instalasi listrik juga perlu diperiksa secara berkala karena dapat menjadi sumber kebakaran.

"Kalau sudah menyalakan api, segera dimatikan. Kompor selalu dijaga. Kemudian kabel-kabel listrik juga harus diperhatikan karena ini bisa menjadi pemicu utama terjadinya kebakaran," katanya.

Krisantus juga mengingatkan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. Pemerintah daerah diminta memperhatikan kondisi kualitas udara dan mengambil langkah perlindungan apabila paparan asap sudah membahayakan.

"Kalau sudah cukup membahayakan, saya pikir sekolah juga harus kita liburkan karena sangat berbahaya bagi kesehatan anak-anak kita yang ada di sekolah," ujarnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat ikut berperan dalam mencegah kebakaran dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan segera melaporkan setiap potensi kebakaran kepada petugas.

"Kita perlu sangat waspada terhadap bahaya kebakaran," kata Krisantus.
 

Pewarta: Narwati
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.