Wagub Lampung minta petakan kemampuan tangani karhutla berdasarkan skala
Bandarlampung (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela meminta dilakukan pemetaan kemampuan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdasarkan skala.
"Pemetaan kemampuan penanganan berdasarkan skala kebakaran, mulai dari kecil, sedang, hingga besar perlu dilakukan. Sebab dengan pemetaan tersebut, kebutuhan personel, peralatan, dan dukungan operasional dapat disesuaikan dengan tingkat kebakaran serta kondisi masing-masing wilayah," ujar Jihan Nurlela berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Senin.
Ia pun meminta BPBD Provinsi Lampung mendata seluruh personel dan peralatan yang siap digunakan di setiap kabupaten dan kota.
"Pendataan ini diperlukan untuk mengetahui kapasitas penanganan karhutla secara menyeluruh dan memastikan dukungan dapat dikerahkan sesuai kebutuhan, tidak hanya terfokus pada kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK)," ucap dia.
Dia melanjutkan dalam penanganan karhutla di kawasan TNWK saat ini didukung 350 personel gabungan, termasuk 200 personel tambahan dari unsur TNI. Dukungan peralatan juga diperkuat dengan bantuan 15 unit nozzle dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menunjang upaya pemadaman oleh tim darat.
"Penguatan penanganan dari darat penting karena operasi pemadaman melalui udara atau water bombing masih menghadapi kendala kondisi vegetasi TNWK yang memiliki tajuk pepohonan rapat. Kondisi tersebut menghambat air mencapai permukaan lahan gambut secara optimal, sehingga pemadaman langsung oleh personel di lapangan tetap menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla," katanya.
Ia menjelaskan tim gabungan terus bekerja keras melakukan pemadaman melalui jalur darat dan udara untuk mengendalikan kebakaran di kawasan TNWK. Upaya ini dilakukan secara terpadu dengan mempertimbangkan kondisi medan dan cuaca yang menjadi tantangan dalam proses pemadaman.
"Sementara itu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Lampung selama periode 11-18 Oktober 2026 mencatat sembilan sortie penerbangan dalam delapan hari kegiatan. Operasi ini menggunakan satu pesawat Cessna Caravan 208B EX yang berpangkalan di Bandara Radin Inten II," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, OMC menggunakan 3.000 kilogram natrium klorida (NaCl) dan 4.800 kilogram dry ice. Penyemaian NaCl pada 11-13 Oktober berhasil memicu hujan, tetapi pergerakan angin menyebabkan hujan turun di Kota Metro dan Kecamatan Natar, bukan di kawasan TNWK yang menjadi sasaran utama.
Pemantauan titik api juga terus dilakukan di sejumlah wilayah Lampung. Hasil evaluasi menunjukkan titik api dengan tingkat kepercayaan tinggi turun dari 11 titik menjadi nihil. Meski demikian, titik api dengan tingkat kepercayaan sedang masih terpantau sehingga kewaspadaan dan pemantauan di lapangan tetap diperlukan.
"Kami juga meminta agar informasi mengenai titik api dan polusi asap yang beredar di media sosial segera diverifikasi melalui pengecekan kondisi terkini di lapangan. Langkah ini penting untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat akurat dan mencegah kesalahpahaman akibat foto atau kabar lama yang kembali beredar," ujar dia.
Menurut dia, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong penanganan karhutla melalui kesiapan personel dan peralatan, pemantauan titik api, serta koordinasi lintas instansi. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat pemadaman, mencegah meluasnya kebakaran, dan melindungi kawasan hutan serta masyarakat dari dampak karhutla.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wagub Lampung: Petakan kemampuan tangani karhutla berdasarkan skala
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.