Wakapolri Tegaskan Komitmen Pelindungan Pekerja dan Dunia Usaha, Puluhan Ribu Kasus Premanisme dan Pungli Disikat
Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:57 WIB
Jakarta, VIVA – Wakapolri Komjen Pol Wahyu Hadiningrat menegaskan komitmen Polri dalam memelihara keamanan serta mendukung iklim investasi nasional sepanjang periode 2024 hingga 2026.
Baca Juga
Jenderal Wahyu memastikan, Polri telah menjalankan sejumlah langkah untuk memberikan kepastian hukum dan menjaga keamanan bagi masyarakat serta pelaku usaha.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Menjamin kepastian hukum, memberantas premanisme, dan mendukung investasi nasional, ini yang menjadi komitmen Polri dalam menjaga kepastian masyarakat dalam dunia usaha," ujar Wakapolri saat menjadi keynote speech dalam agenda bertajuk '2 Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita', Kamis (8/10/2026).
Baca Juga
Penegakan hukum yang dilakukan Polri, salah satunya memang difokuskan pada penanganan gangguan di sektor usaha guna menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.
Pada tahun 2026, capaian penyelesaian laporan polisi (LP) terkait gangguan sektor usaha mencapai 915 dari total 1.281 LP dengan Clearance Rate sebesar 71,43%.
Baca Juga
Fokus penanganan utama meliputi kawasan pasar, pertokoan, dan sentra UMKM, Proyek Strategis Nasional (PSN), serta sektor konstruksi dan logistik.
"Di dalam dunia usaha, memang banyak sekali keluhan-keluhan masyarakat dan pengusaha ketika dia mau membangun usaha di satu tempat kemudian sudah banyak yang ngerecokin dan gangguan-gangguan kamtibmas yang terjadi saat proses pembangunan," jelas Wakapolri.
"Dari tahap pembangunan saja, kita sudah melayani dan melakukan mediasi dan memitigasi supaya tidak ada gangguan kamtibmas tidak menjadi pidana. Sehingga iklim investasi dapat berjalan dengan aman dan lancar," tutur Jenderal Bintang Tiga tersebut.
Berdasarkan data yang dipaparkan Wakapolri, Polri secara keseluruhan berhasil menangani 41.873 kasus premanisme dan 12.015 kasus pungli/pemerasan.
Peningkatan kinerja ini tercermin dari kenaikan Clearance Rate (CR) yang konsisten selama dua tahun, yaitu dari 68,00% pada tahun 2024 yang naik menjadi 70,00% pada tahun 2025, hingga mencapai 71,47% pada tahun 2026 (meningkat total +3,47%).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam hal penindakan dan barang bukti, operasi kejahatan jalanan dan pemberantasan premanisme yang menyasar jaringan preman, kejahatan jalanan, hingga pungli berkedok ormas berhasil menyita sejumlah aset penting.
Barang bukti yang diamankan meliputi 4.255 unit ranmor, 2.717 senjata tajam, 6.510 alat komunikasi, serta uang tunai senilai Rp16,1 miliar. Dari total 41.873 kasus premanisme yang ditangani, sebanyak 29.197 kasus telah diselesaikan dengan menetapkan 55.941 tersangka.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, untuk kasus pungli dan pemerasan, sebanyak 8.378 kasus dari total 12.015 kasus berhasil diselesaikan dengan 16.096 tersangka.