Waktu bongkar muat kapal di Ketapang-Gilimanuk dipangkas jadi 15 menit - ANTARA News Jawa Timur
Banyuwangi (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono mengatakan regulator dan operator menyepakati memangkas waktu bongkar muat kapal menjadi 15 menit, untuk mengurai antrean panjang di penyeberangan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali).
Sejak beberapa hari terakhir, kemacetan arus lalu lintas jalur utama dari arah Situbondo menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, kembali terjadi akibat akumulasi kendaraan logistik yang menyeberang ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Ketapang.
"Tadi, dari ASDP (Angkutan Sungai dan Penyeberangan), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), dan BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat) termasuk pengusaha (pemilik kapal) sudah sepakat memperbanyak trip kapal dengan dengan mempercepat waktu bongkar muat dari sebelumnya 35 menit menjadi 15 menit," kata Bambang saat kunjungan kerja ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin.
Dia menjelaskan bahwa untuk mengurai antrean panjang kendaraan truk logistik itu, para pihak sepakat menambah jumlah perjalanan atau trip kapal feri di Dermaga LCM (Landing Craft Tank) maupun di Dermaga MB, dengan cara memangkas durasi bongkar muat.
Pemangkasan durasi bongkar muat kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk itu, ujar Bambang, diproyeksikan akan mampu meningkatkan kapasitas angkut hingga lebih dari 50 persen dalam 24 jam.
Penambahan kapasitas angkut dengan cara memangkas waktu bongkar muat kapal ini, kata dia lagi, juga sekaligus untuk menutupi penurunan kapasitas angkut 20 persen yang terjadi akibat adanya perbaikan dermaga oleh ASDP dalam rangka meningkatkan kapasitas.
"Agar skema ini berjalan optimal, ASDP dan BPTD harus melakukan pengawasan ketat, termasuk memberikan sanksi bagi pengusaha kapal yang terlambat atau melebihi dari durasi bongkar muat yang telah disepakati," kata Bambang.
Dia juga mendorong percepatan pengerjaan fisik perbaikan dermaga, baik di sisi Pelabuhan Ketapang maupun di Pelabuhan Gilimanuk, termasuk mengusulkan penambahan kapasitas dermaga di Gilimanuk.
"Dermaga Plengsengan di Gilimanuk saat ini hanya cukup tiga kapal, kalau lantai dermaga diperpanjang sedikit lagi, kapal yang bisa sandar bisa empat sekaligus," katanya lagi.
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.