Wali Kota Ambon ajak warga rawat keberagaman dan jaga persaudaraan jadi kekuatan membangun daerah - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) -
Wali Kota Ambon, Maluku, Bodewin M. Wattimena mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keberagaman, persaudaraan, dan persatuan, sebagai kekuatan dalam membangun Kota Ambon yang damai dan toleran.
“Ambon mungkin kota kecil, sulit dibandingkan kota-kota besar lainnya. Namun satu hal yang patut kita syukuri, hampir seluruh suku bangsa, agama, dan etnik di Indonesia ada di sini. Keberagaman ini bukan hambatan, melainkan kekuatan luar biasa yang harus kita jaga bersama,” kata Bodewin di Ambon, Selasa.
Ajakan tersebut disampaikan Bodewin saat membuka Dialog Kebangsaan “Bercerita Kota Ambon — For Ambon” yang diselenggarakan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease di Ambon.
Menurut Bodewin, keberagaman yang dimiliki Kota Ambon merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama, bukan menjadi alasan untuk memperbesar perbedaan di tengah masyarakat.
Ia mengibaratkan pembangunan Kota Ambon seperti sebuah orkestra yang membutuhkan peran setiap pihak agar dapat menghasilkan harmoni. Karena itu, menurut dia, setiap elemen masyarakat harus menjalankan perannya dengan baik dan tidak mengedepankan kepentingan atau ego kelompok.
Bodewin juga mengajak masyarakat untuk menjadikan sejarah perjuangan para pahlawan sebagai penyemangat dalam membangun kota. Menurutnya, perjuangan pada masa kini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, tetapi melalui kerja yang jujur, kepatuhan terhadap aturan, dan kontribusi nyata bagi daerah.
“Jadilah pelaku sejarah yang baik, bukan mereka yang mencoreng nama kota,” ujarnya.
Selain itu ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pernyataan bernuansa rasis maupun informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial.
Ia menilai tindakan segelintir orang di media sosial tidak seharusnya membuat masyarakat kehilangan rasa persaudaraan maupun kebangsaan.
“Kalau hanya dua orang berucap tidak baik di medsos, mengapa kita semua harus gelisah, merasa tersakiti, hingga merasa terasing dari bangsa sendiri,” katanya.
Bodewin meminta masyarakat menyikapi perbedaan pendapat secara santun dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya karena hal tersebut berpotensi merusak tatanan sosial dan merenggangkan hubungan persaudaraan.
Ia juga mengingatkan generasi saat ini untuk tidak hanya menikmati hasil perjuangan para pendahulu, tetapi turut menjaga dan mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi mendatang.
“Bangun persaudaraan yang kokoh, rawat lingkungan agar tetap indah dan lestari. Itulah tanggung jawab bersama. Pemerintah bekerja sebaik mungkin, masyarakat turut mendukung dan mengingatkan dengan cara yang baik,” ucap Bodewin.
Menurutnya, persatuan dan kesatuan harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Masyarakat Kota Ambon, kata dia, memiliki latar belakang yang berbeda, tetapi hidup, bekerja dan beraktivitas dalam ruang yang sama.
“Kita semua berbeda latar belakang, namun di Ambon kita tinggal bersama, mencari nafkah bersama, bersekolah bersama. Pemerintah hadir untuk semua, tanpa membedakan siapa dan dari mana,” katanya.
Ia berharap dialog kebangsaan tersebut dapat melahirkan kesamaan pandangan dan memperkuat komitmen seluruh pihak untuk menjaga keamanan, kedamaian dan keberagaman di Kota Ambon.
“Jika setiap pihak menjalankan tanggung jawabnya masing-masing dengan baik, yakinlah Kota Ambon akan semakin baik. Ambon yang damai, toleran, dan berkelanjutan, itulah cita-cita kita bersama,” ucapnya.
Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.