kingsheadwye.com

Wali Kota Pangkalpinang: Pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan fiskal - ANTARA News Bangka Belitung

Pangkalpinang (ANTARA) - Wali Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Saparudin mengatakan pembangunan dan pelayanan publik di daerah itu tetap berjalan melalui kolaborasi dan gotong royong dengan berbagai pemangku kepentingan di tengah keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi pemerintah pusat.

"Jadi ini betul-betul tahun ini kita bergotong royong, tetap melaksanakan kegiatan, terus dibantu oleh teman-teman kita dari Bank Sumsel Babel, Bank BRI, OJK, BI, dan perusahaan-perusahaan swasta," kata Saparudin dalam acara silaturahmi refleksi satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang di Pangkalpinang, Jumat (16/10) malam.

Ia mengatakan kegiatan silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan hasil kerja pemerintahan bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna selama satu tahun kepada masyarakat.

Menurut dia, berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan perlu diketahui masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja ke depan.

Saparudin mengakui keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi tantangan dalam menjalankan pembangunan. Karena itu, pemerintah kota terus berupaya mencari terobosan dan inovasi agar tidak terlalu bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.

Ia mengatakan dukungan berbagai pihak, mulai dari badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), lembaga keuangan, hingga perusahaan swasta, sangat membantu pemerintah kota dalam menjalankan program pembangunan secara gotong royong.

Terkait sektor pendidikan, Saparudin mengatakan Pemerintah Kota Pangkalpinang berencana membangun SMP Negeri 12 pada 2027 untuk melengkapi kebutuhan fasilitas pendidikan tingkat menengah pertama di daerah itu.

Selain itu, keberadaan SMA Negeri 5 dan program revitalisasi lebih dari 30 sekolah yang memperoleh dukungan pemerintah pusat diharapkan dapat meningkatkan kapasitas serta kualitas sarana pendidikan di Pangkalpinang.

Pada sektor kesehatan, pemerintah kota terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan di puskesmas, rumah sakit, dan puskesmas pembantu (pustu). Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran untuk program Universal Health Coverage (UHC) guna menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu sejak 2025.

"Kita cover semua masyarakat miskin di Kota Pangkalpinang yang kurang mampu, kita cover semua BPJS kesehatannya mulai tahun 2025 kemarin. Sehingga memudahkan mereka untuk bisa berobat dengan lancar dan juga tanpa beban keuangan," ujarnya.

Saparudin juga menyoroti persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Berbagai upaya dilakukan, di antaranya kegiatan pembersihan lingkungan setiap Jumat dan pengembangan program bank sampah.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan agar upaya penataan dan pembenahan kota dapat berjalan optimal.

Selain itu, pemerintah kota berupaya menangani persoalan sosial, termasuk aktivitas yang melibatkan anak di bawah umur untuk meminta sumbangan. Saparudin mengatakan petugas Satuan Polisi Pamong Praja telah melakukan patroli dan melaporkan kasus dugaan eksploitasi anak kepada kepolisian.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pemerintah kota juga berencana mendapatkan satu unit mobil tangki dari pemerintah pusat dalam beberapa bulan ke depan.

Sementara itu, terkait antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Saparudin mengatakan pemerintah kota saat ini berfokus mengatur antrean agar tidak menutup akses jalan. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan Pertamina untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerintah kota tengah menyiapkan kawasan industri dan rencana pelabuhan baru di Pangkalbalam. Pemerintah juga melakukan pembenahan kawasan Pasir Padi untuk meningkatkan daya tarik pariwisata dan kunjungan wisatawan.

Saparudin mengakui masih banyak persoalan mendasar yang perlu diselesaikan dan harapan masyarakat yang belum sepenuhnya terpenuhi. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat, media massa, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta seluruh pemangku kepentingan untuk terus memberikan kritik dan masukan bagi perbaikan kinerja pemerintah.

"Kami terus menerima kritik dan saran masukan dari Bapak Ibu semua sehingga kami bisa terus memperbaiki diri dan juga meningkatkan kinerja kami di dalam membangun Kota Pangkalpinang ini," katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna melalui pesan yang disampaikan dalam acara tersebut menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir pada kegiatan refleksi satu tahun kepemimpinan Udin dan Desi akibat harus mendampingi anaknya.

Dessy mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung serta berkolaborasi dengan pemerintah kota selama satu tahun terakhir.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja sama dalam mewujudkan Pangkalpinang yang aman, kondusif, sejahtera, dan berorientasi pada pembangunan kota cerdas atau smart city.

Dessy berharap masukan dan kritik dari masyarakat, media, serta LSM dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mewujudkan harapan masyarakat terhadap pembangunan Kota Pangkalpinang.

Pewarta: Try M Hardi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.