kingsheadwye.com

Wamenkes: Operasi katarak bantu masyarakat nikmati momentum berharga

...Katarak memang lebih sering menyerang usia lanjut tetapi banyak juga katarak yang dapat dicegah karena penyakit dasar yang menyertainya

Purwokerto (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan operasi katarak tidak hanya bertujuan memperbaiki penglihatan, tetapi juga membantu masyarakat kembali menikmati berbagai momentum berharga bersama keluarga.

Saat membuka Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis Tahap II di Pendopo Si Panji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat, Dante mencontohkan seorang ibu yang telah lama menantikan wisuda anaknya, tetapi tidak dapat melihat wajah anaknya karena mengalami katarak.

Menurut dia, kasus katarak di Indonesia saat ini mencapai sekitar 600 ribu hingga 650 ribu kasus dan sebagian besar sebenarnya dapat ditangani melalui operasi.

"Katarak memang lebih sering menyerang usia lanjut, tetapi banyak juga katarak yang dapat dicegah karena penyakit dasar yang menyertainya," katanya.

Dante mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis, termasuk memeriksa kondisi kesehatan mata.

Menurut dia, semakin dini gangguan mata ditemukan, semakin tinggi peluang keberhasilan penanganannya.

Baca juga: Lima gejala awal katarak yang sering dikira proses penuaan

"Kalau diketahui dalam stadium awal, maka operasi katarak angka keberhasilannya akan semakin tinggi. Semakin dini ditemukan, semakin tinggi angka keberhasilannya," katanya.

Dante mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Banyumas yang memfasilitasi kegiatan tersebut serta Noor Dubai Foundation dari Uni Emirat Arab yang mendukung operasi katarak gratis.

Ia mengatakan kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas negara dalam membantu masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengatakan mata merupakan jendela kehidupan karena penglihatan memungkinkan seseorang bekerja, belajar, mengasuh keluarga, beribadah, dan menjalankan berbagai aktivitas.

Menurut dia, gangguan penglihatan dan kebutaan bukan hanya persoalan medis, tetapi juga berdampak terhadap produktivitas, kemandirian, dan kesejahteraan keluarga.

Berdasarkan data, kata dia, sekitar 81 persen kasus kebutaan berkaitan dengan persoalan medis yang sebenarnya dapat ditangani. Karena itu, layanan operasi katarak gratis, aman, dan bermutu penting untuk memutus mata rantai antara katarak dan kebutaan.

Baca juga: Wamenkes perkirakan jumlah kasus katarak melebihi 600.000 kasus

"Pemerintah Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk terus memperkuat layanan kesehatan mata yang berkelanjutan melalui sinergi pemerintah, organisasi profesi, rumah sakit, maupun mitra," katanya.

Wakil Ketua Umum Bidang Kerja Sama Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Trilaksana Nugroho mengatakan gangguan penglihatan dapat memengaruhi pendidikan, pekerjaan, mobilitas, hingga partisipasi sosial.

"Karena itu, mengembalikan penglihatan bukan hanya memperbaiki fungsi melihat, juga mengembalikan rasa percaya diri dan kemandirian," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB), angka kebutaan di Indonesia sekitar tiga persen atau diperkirakan mencapai delapan juta orang, dengan sebagian besar gangguan penglihatan sedang hingga berat disebabkan katarak.

Menurut dia, sekitar empat dari lima penyandang kebutaan mengalami kondisi yang dapat dipulihkan melalui operasi katarak.

Sementara itu, peserta bakti sosial dari Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara menjalani skrining mata pada Jumat (7/8) sebelum operasi katarak gratis yang dijadwalkan Sabtu (8/8) di Rumah Sakit Khusus Mata (RSKM) Purwokerto.

Baca juga: Ratusan ribu buta karena katarak, RI perkuat skrining mata lewat CKG

Baca juga: Dokter: katarak tidak bisa hilang hanya pakai obat tetes mata

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.