kingsheadwye.com

Wanita 100 Tahun Ungkap Rahasia Panjang Umur, Salah Satunya Tak Terlalu Pikirkan Masalah

Jakarta -

Wanita berusia 100 tahun di Brooklyn, New York, membagikan kebiasaan yang mungkin berkontribusi pada umur panjangnya. Ia punya beberapa makanan favorit yang dikonsumsinya sehari-hari.

Ia lahir pada tahun 1925 dan bulan Oktober ini akan berulang tahun ke-101. Saat ditanya apa yang berkontribusi terhadap umur panjangnya, dia mengaku tidak tahu.

"Anda hanya perlu berpikiran terbuka, dan Anda harus menerimanya apa adanya. Itu saja. Anda harus menerima dan menikmati hidup," katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Makan Makanan Sehat

Groeger selalu memulai sarapannya dengan blueberry. Dia sangat menyukainya.

Ahli gizi Samantha Cassety mengatakan bahwa blueberry memberikan banyak manfaat kesehatan. Buah tersebut dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2 yang lebih rendah, serta peningkatan kinerja kognitif.

Groeger juga menyukai apel yang memiliki manfaat untuk kesehatan jantung, diabetes, kanker, kesehatan usus, penurunan berat badan, dan peradangan.

Tak hanya itu, ia suka alpukat yang menurut penelitian dikaitkan dengan kesehatan jantung, kulit, serta pengelolaan berat badan. Dia mengaku tidak menjalani diet khusus apa pun.

"Pada dasarnya saya makan apa saja," katanya.

2. Menikmati Makanan

Groeger menyukai cokelat, terutama cokelat hitam yang dianggap sebagai cokelat paling sehat.

Cokelat hitam kaya akan senyawa organik yang aktif secara biologis dan berfungsi sebagai antioksidan. Senyawa seperti polifenol, epikatekin, katekin, dan procyanidin oligomerik dalam cokelat hitam membantu tubuh melawan radikal bebas yang bisa menyebabkan stres oksidatif dan meningkatkan risiko terkena penyakit.

Dia juga menyukai bacon yang sebenarnya mungkin bukan kategori makanan sehat.

"Saya suka bacon," kata Groeger. "Seharusnya saya tidak makan bacon, tapi saya memakannya."

Sarapannya secara rutin terdiri dari dua telur goreng setengah matang dengan bacon dan muffin.

3. Berdansa

Wanita berusia seratus tahun tersebut menyukai dansa. Setiap minggu setelah sarapan, dia akan memutar piringan hitam dan berdansa bersama suaminya.

Ia juga pernah menari di Brooklyn Academy of Music saat berusia 20 tahun.

"Dulu saya merasa seperti penari Rockette karena kaki saya terangkat setinggi itu. Tapi saya tidak bisa melakukannya lagi," katanya. Kini, ia masih bergerak mengikuti irama musik dengan ikut serta dalam tarian kursi," katanya.

Dikutip dari laman MedlinePlus, menari menggabungkan latihan aerobik dan beban. Ketika menari, seseorang akan mendapat banyak manfaat kesehatan fisik dan mental, seperti otot yang lebih kuat, jantung yang lebih sehat, keseimbangan dan koordinasi yang lebih baik, tulang yang lebih kuat, hingga memori dan suasana hati yang lebih baik.

4. Lakukan Berbagai Hobi

Groeger diajari ibunya merajut ketika ia masih kecil. Hampir sepanjang hidupnya, dia telah membuat selimut, topi, dan sweater. Dia berhenti beberapa tahun lalu karena ada masalah pada tangannya.

Kerajinan tangan memiliki manfaat bagi kesehatan mental. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Sage Journals pada tahun 2020, merajut bisa berperan dalam meningkatkan suasana hati. Sebagian besar responden dalam penelitian ini adalah wanita berusia 41-60 tahun.

5. Jangan Terlalu Menganggap Serius Semua Hal

Orang bisa mengalami stres, namun kemampuan untuk mengelolanya bisa menjadi faktor penentu umur panjang.

Groeger berusaha untuk tidak terlalu memikirkan rintangan yang datang dalam hidup.

"Saya tipe orang yang tidak banyak bicara tentang masalah saya, dan itu membuat hidup saya lebih mudah," katanya.

"Saya orang yang bahagia. Saya suka tertawa. Saya suka bercanda," tambahnya.

Sebuah studi yang dipublikasikan di BMJ Open pada tahun 2020 mengungkap, stres berat memperpendek harapan hidup hampir tiga tahun.

6. Optimis

Sebuah studi yang dipublikasikan di PNAS pada tahun 2019 menemukan, peserta dengan optimisme tertinggi memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup hingga usia 85 tahun dibandingkan dengan peserta dengan tingkat optimisme terendah.

"Saya jelas seorang optimis," kata Groeger.

"Saya pikir semuanya akan baik-baik saja. Meskipun saya pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidup saya," tambahnya.

Halaman 2 dari 2

(elk/up)