kingsheadwye.com

Warga Pontaiank sambut antusias turunnya hujan perdana - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Warga menyambut antusias datangnya hujan yang cukup deras di Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada Jumat sore, setelah lebih sebulan tak ada hujan dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti udara kota itu.

"Alhamdulillah di Jalan Rajawali Pontianak, tempat kami hujan. Yang ditunggu tiba," ujar Ario, warga Kecamatan Pontianak Kota, Jumat.

Ia mengatakan hujan yang turun di wilayahnya cukup lebat, berlangsung dalam durasi singkat sekitar 10 menit. Namun menurut dia, turunnya hujan setidaknya membuat udara terasa lebih segar dan tanah menjadi basah.

"Dengan mulai hujan ini kan membawa harapan, ada hujan turun lagi. Ini hujan perdana, pertanda musim hujan tiba," katanya berharap.

Hujan juga turun di kawasan Kota Baru, Pontianak Selatan. Warga setempat, Eko mengaku bersyukur atas turunnya hujan yang dinilai membawa manfaat bagi lingkungan.

"Sangat bersyukur akhirnya hujan. Dengan hujan tanah basah, udara segar dan harapan karhutla bisa padam," kata Eko.

Sebelumnya, Kota Pontianak dan sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dilanda kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan. 

Pemerintah Provinsi Kalbar bersama Pemerintah Kota Pontianak dan sejumlah pihak sebelumnya terus melakukan upaya penanganan karhutla serta dampak yang ditimbulkan.Operasi modifikasi cuaca (OMC) berulang kali disiapkan namun belum ada bibit awan hujan, sehingga proses itu terkendala. Namun pada akhirnya hari ini hujan sudah dapat turun di sejumlah kawasan.

Pemerintah Kota Pontianak juga melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat, di antaranya mengampanyekan penggunaan masker, penyediaan air bersih, serta menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono sebelumnya menyampaikan pemerintah kota terus melakukan langkah penanganan dampak kabut asap dan karhutla bersama instansi terkait serta pihak lainnya.

Pewarta: Dedi
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.