Waspadai Penyakit Batu Saluran Kemih, Ginjal, dan Prostat, Begini Penanganan Terkini yang Perlu Diketahui
Kamis, 30 Juli 2026 - 21:03 WIB
VIVA – Penyakit batu saluran kemih, gangguan prostat, dan penyakit ginjal masih menjadi masalah kesehatan yang cukup banyak ditemukan di Indonesia. Sayangnya, ketiga kondisi tersebut sering berkembang secara perlahan sehingga tidak sedikit pasien baru menyadari adanya gangguan ketika keluhan sudah semakin berat.
Baca Juga
Gejala yang muncul pun beragam, mulai dari nyeri saat buang air kecil, nyeri pinggang, urine berdarah, hingga gangguan berkemih. Pada sebagian kasus, penyakit ginjal bahkan dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala khas, sehingga pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk mendeteksi gangguan sejak dini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Seiring berkembangnya teknologi medis, pilihan penanganan untuk penyakit saluran kemih, prostat, maupun ginjal kini semakin beragam. Tidak semua pasien harus menjalani operasi besar karena beberapa kondisi dapat ditangani dengan terapi obat maupun prosedur minimal invasif, tergantung penyebab dan tingkat keparahan penyakit.
Baca Juga
Dalam sebuah kegiatan edukasi yang membahas perkembangan penanganan penyakit urologi dan nefrologi, para dokter menekankan pentingnya pendekatan yang menyeluruh. Penanganan pasien tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga mencakup proses diagnosis yang tepat, pemantauan kondisi, hingga rehabilitasi setelah tindakan apabila diperlukan.
Misalnya, pasien bisa memilih layanan diagnosis, terapi, tindakan minimal invasif, hingga perawatan lanjutan dengan gangguan saluran kemih, prostat, dan ginjal melalui layanan terpadu Urology & Nephrology Clinic.
Baca Juga
Untuk kasus batu saluran kemih, saat ini tersedia berbagai metode penanganan sesuai kondisi pasien, seperti Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) untuk memecah batu menggunakan gelombang kejut, Ureteroscopy (URS), Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS), Mini Percutaneous Nephrolithotomy (Mini PCNL), hingga pemasangan Double J (DJ) Stent apabila dibutuhkan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara pada kasus pembesaran prostat, pilihan terapi dapat berupa pengobatan maupun tindakan medis seperti Transurethral Resection of the Prostate (TURP) dan Holmium Laser Enucleation of the Prostate (HoLEP). Pemilihan metode bergantung pada kondisi masing-masing pasien setelah melalui pemeriksaan oleh dokter.
Penyakit saluran kemih, prostat, dan ginjal sering kali saling berkaitan sehingga memerlukan kolaborasi berbagai dokter spesialis. Hal itu agar pasien memperoleh penanganan yang tepat.
Halaman Selanjutnya
Seperti yang disebutkan oleh dr. Boyke Budiman Sumantri, Sp.U, Ketua Urology & Nephrology Clinic di Bethsaida Hospital Gading Serpong, bahwa melalui layanan terpadu tersebut, jadi ada layanan yang terintegrasi, mulai dari deteksi dini, diagnosis, terapi medis, tindakan minimal invasif, hingga tindak lanjut dan rehabilitasi