kingsheadwye.com

Watu Pinawetengan, Batu Keramat Simbol Awal Peradaban Suku Minahasa

Minahasa -

Minahasa Sulawesi Utara memiliki destinasi situs megalitik, yaitu watu pinawetengan. Situs megalitik ini terletak di Desa Pinabetengan, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa.

Berada di lereng Gunung Soputan sekitar 50 kilometer sebelah barat Kota Manado atau satu jam perjalanan dari Kota Manado. Sepanjang perjalanan menuju tempat ini, traveler akan menjumpai rumah-rumah panggung Minahasa yang tertata amat rapi di sepanjang kiri dan kanan jalan masuk desa dan ruas jalan hanya bisa dilewati oleh dua mobil bila berpapasan, jadi bisa dibilang cukup sempit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Watu Pinawetengan berarti batu pembagian, menjadi simbol awal mula peradaban Suku Minahasa. Situs ini bernilai historis dan budaya yang penting bagi masyarakat Minahasa.

Pada masa lalu, di watu pinawetengan telah terjadi pembagian sub etnis Minahasa seperti Tombulu, Toulour, Tontemboan, Tonsea, Tonsawang, Ponosakan, Pasan, Siao dan Bantik.

Para tetua suku Minahasa waktu itu menggunakan watu pinawetengan untuk bermusyawarah menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi, serta merundingkan pembagian wilayah yang hasilnya digoreskan dalam bentuk simbol pada permukaan Watu Pinawetengan.

Selain itu, hasil dari pertemuan-pertemuan tersebut, muncul beberapa prinsip dan amanat seperti masawawangan yang berarti saling tolong-menolong, masasan yang berarti persatuan dan kesatuan, serta malioliosan yang berarti saling berbuat baik.

Selain digunakan sebagai tempat pertemuan dan bermusyawarah menyelesaikan masalah secara adat, Watu Pinawetengan juga menjadi tempat berkumpulnya para keluarga Minahasa untuk mempererat ikatan kekeluargaan.

Hingga saat ini, watu pinawetengan sering dikunjungi oleh traveler lokal maupun perantauan Minahasa baik dari luar Sulawesi Utara bahkan dari luar negeri.

---

Hari Suroto

Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara

(ddn/ddn)