kingsheadwye.com

Wismatata Eltrajaya gelar pameran dan seminar trafo rayakan HUT ke-39 - ANTARA News Megapolitan

Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Perusahaan pemeliharaan, perbaikan serta regenerasi trafo PT. Wismatata Eltrajaya (WEJ) menggelar pameran dan seminar bertema 'Memastikan kinerja trafo tetap optimal dan aman' sebagai rangkaian perayaan HUT ke-39 di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (16/7/2026).

Pameran diikuti beberapa gerai perusahaan antara lain Shell Indonesia, Sinergi Semesta Pratama, Tunas Dielektrika Nusantara, Dunia Kimia Jaya, Reinhausen Indonesia, Sergi Energi, Jiangsu Tianrui Transformer, Puretech dan Bambang Djaja.

Sementara seminar diisi para pembicara berpengalaman seperti R. Budi Wicaksono yang membawakan materi pelumas trafo, Tommy Halim terkait materi sistem pengawasan daring serta Tjahjadi Aquasa melalui materi transformer fire protection.

Seminar teknik dan pameran ini dibuka Executive Vice President Manajemen Aset dan Sistem Manajemen Terintegrasi PT. PLN (Persero) Tri Hardimasyar yang turut mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai sangat relevan dengan tantangan industri tenaga listrik saat ini.

Menurut dia seminar ini menjadi wadah bagi perusahaan ketenagalistrikan, manufaktur atau pabrikan, penyedia teknologi, akademisi hingga praktisi untuk berbagi pengalaman dan inovasi dalam menjaga keandalan sistem tenaga listrik.

"Trafo bukan sekadar peralatan listrik semata tetapi aset penting penentu keberlangsungan penyaluran energi. Gangguan pada satu transformator dapat berdampak luas terhadap keandalan sistem, pelayanan pelanggan hingga keberlangsungan ekonomi," katanya.

Pengelolaan transformator tidak lagi cukup dilakukan dengan pendekatan breakdown maintenance atau time base maintenance saja namun best global practice sudah bergerak menuju implementasi aset manajemen yang mengintegrasikan aspek risiko, biaya dan kinerja sepanjang siklus hidup aset.

Dia menambahkan materi seminar sangat menarik seperti teknologi esther pada pelumas trafo untuk meningkatkan keselamatan dan keberlanjutan lingkungan. Kemudian, sistem monitoring online untuk implementasi condition-based maintenance dan predictive maintenance.

Pembahasan tentang teknologi fire protection untuk meningkatkan keselamatan aset dan personel. Kemudian, pengelolaan OLTC (On-Load Tap Changer) sebagai komponen trafo yang memiliki tingkat kegagalan relatif tinggi dan peralatan uji modern untuk informasi kondisi aset yang lebih akurat.

Teknologi bermanfaat untuk meningkatkan keandalan trafo, optimalisasi biaya operasi, memperpanjang umur ekonomis maupun meningkatkan efektivitas investasi. Sementara tantangan terkini industri tenaga adalah peningkatan permintaan, penetrasi energi baru terbarukan, digitalisasi sistem kelistrikan dan kebutuhan efisiensi yang semakin tinggi.

"Kami berharap seminar dan mini exhibition ini tidak hanya menjadi ajang berbagi teknologi tetapi juga menjadi ruang diskusi untuk membangun praktik terbaik dalam pengelolaan aset tenaga listrik yang semakin andal, aman, efisien dan berkelanjutan," katanya.

"Semoga memberikan manfaat dalam memperluas wawasan, memperkuat jejaring kolaborasi dan menghasilkan ide-ide serta terobosan yang dapat mendukung peningkatan keandalan sistem ketenagalistrikan nasional," imbuh dia.

Direktur PT. Wismatata Eltrajaya Tjahjadi Aquasa menyampaikan sekilas perjalanan Wisma Group mulai tahun 1974, yaitu PT. Wisma Sarana Teknik sebagai kontraktor elektrikal yang beroperasi di bangunan komersial, industri dan infrastruktur.

Ia kemudian mendirikan PT. Wiswatata Eltra Perkasa (WEP) di Sidoarjo, Jawa Timur pada tahun 1983 dan untuk memenuhi pasar pemeliharaan serta perbaikan trafo di wilayah Jawa bagian barat, Tjahjadi mendirikan PT. Wimatata Eltrajaya (WEJ) pada 11 Juli 1987 di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Hingga akhirnya pada tahun 2025 WEJ mengakuisisi WEP. Kini WEJ akan terus melakukan ekspansi dengan menambah workshop di beberapa wilayah dan mulai tahun ini membuka dua unit bisnis baru untuk trading dan pemasaran peralatan trafo maupun bisnis jasa lain.

Tjahjadi menuturkan HUT Ke-39 Wismatata Eltrajaya dirayakan melalui seminar dan mini exhibition untuk membahas pengelolaan transformator serta menekankan penting aset manajemen, kolaborasi industri dan inovasi untuk keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.

"Kami berharap seminar ini bermanfaat untuk para mitra dan publik serta bagi internal WEJ untuk berbagi ilmu pengetahuan maupun networking terutama bagaimana menjaga trafo dalam keadaan aman, selalu siap untuk menyuplai listrik dengan kinerja bagus," ujarnya.

Dia menjelaskan untuk menjaga trafo tetap aman, siap bekerja dengan baik dan optimal, maka perlu dilakukan pemeliharaan dengan baik seperti penggunaan peralatan berkualitas, On-Load Tap Changer (OLTC).dan sistem keamanan yang baik seperti produk SERGI.

"Pertama, pakailah sistem peralatan yang baik dalam pemeliharaan trafo. Kedua, memastikan layanan purnajual. Ketiga, memastikan keamanan trafo, misalnya melalui online monitoring system, OLTC, dan proteksi ledakan dan kebakaran dari SERGI serta penggunaan oli trafo yang berkualitas," ungkapnya.

Menurutnya, teknologi proteksi ledakan dan kebakaran dari SERGI seluruhnya mekanikal sehingga tidak akan terpengaruh oleh serangan siber. Saat ini dengan kondisi seluruh infrastruktur tersambung jaringan internet, tingkat kerawanan serangan siber dapat dikatakan sangat tinggi.

"Cyber attack itu bahaya untuk pembangkit dan trafo. Pembangkit bisa padam, kemudian trafo-trafo meledak dan membutuhkan waktu penggantian cukup lama. Dengan teknologi proteksi ledakan dan kebakaran SERGI, maka ketika trafo terganggu akan tetap aman karena tidak akan meledak. Teknologi ini tidak terpengaruh oleh cyber attack," ujar Tjahjadi yang juga menjadi Ketua Umum Himpunan Kontraktor Ketenagalistrikan dan Mekanikal Indonesia (HIKKMI).

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.