Wow! Bar Terbaik di Dunia Sajikan Koktail dari Ubur-ubur hingga Serangga
Jakarta -
Bar terbaik di dunia ini mencuri perhatian karena menyajikan koktail berbahan nyeleneh, mulai dari ubur-ubur, protein serangga, hingga susu hasil kultur sel.
Bar asal Singapura, FURA, dinobatkan sebagai bar terbaik di dunia pada ajang Spirited Awards 2026 yang digelar di New Orleans, Amerika Serikat.
Penghargaan bergengsi yang menjadi bagian acara 'Tales of the Cocktail' tersebut diputuskan oleh panel berisi lebih dari 250 ahli. Mereka berprofesi sebagai bartender, pemilik bar, penulis, dan pelaku industri minuman dari berbagai negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keunikan FURA terletak pada konsep yang berbeda dari bar pada umumnya. Alih-alih hanya menggunakan buah, rempah, atau sirup sebagai bahan koktail, bar ini bereksperimen dengan berbagai bahan makanan yang tidak lazim demi mengangkat isu keberlanjutan (sustainability).
Bar Terbaik di Dunia Sajikan Koktail dari Ubur-ubur hingga Serangga Foto: Instagram Fura SG
Salah satu menu paling ikoniknya adalah Jellyfish Martini, koktail yang dibuat menggunakan ubur-ubur tutul karang (spotted coral jellyfish), spesies invasif yang dianggap mengganggu ekosistem laut.
Dilansir dari Time Out (27/7/2026), seluruh menu di FURA mengusung konsep Journal of Future Food, yaitu eksplorasi mengenai bahan makanan yang kemungkinan akan dikonsumsi manusia pada masa depan, ketika sejumlah bahan makanan saat ini semakin sulit diperoleh akibat perubahan lingkungan.
Karena itu, berbagai bahan yang digunakan pun jauh berbeda dari kebanyakan bar. Selain ubur-ubur, FURA memanfaatkan protein serangga sebagai salah satu bahan koktail.
Bar Terbaik di Dunia Sajikan Koktail dari Ubur-ubur hingga Serangga Foto: Instagram Fura SG
Bar ini juga menggunakan susu hasil kultur sel (cell-cultured milk), yaitu susu yang diproduksi melalui teknologi kultur sel tanpa berasal dari proses peternakan konvensional.
Bahan-bahan tersebut dipadukan dengan minuman beralkohol sehingga menghasilkan cita rasa yang tidak biasa, sekaligus mengajak pengunjung mengenal alternatif pangan berkelanjutan.
FURA didirikan oleh chef Christina Rasmussen dan bartender Sasha Wijidessa. Rasmussen sebelumnya dikenal pernah terlibat dalam kegiatan 'foraging' untuk restoran Noma di Kopenhagen.
Sementara Wijidessa pernah menjadi kepala bartender di Operation Dagger, Singapura, sebelum bergabung dengan Empirical Spirits di Denmark.
Bar Terbaik di Dunia Sajikan Koktail dari Ubur-ubur hingga Serangga Foto: Instagram Fura SG
Dalam wawancara yang dikutip Time Out, konsep utama FURA adalah mengajak pengunjung memikirkan satu pertanyaan, yakni, "Apa yang akan kita makan dan minum ketika bahan-bahan yang selama ini dianggap biasa mulai habis di masa depan?"
Gagasan tersebut menjadi identitas FURA hingga akhirnya berhasil meraih gelar Bar Terbaik Dunia 2026, sekaligus meraih penghargaan Best International Restaurant Bar di ajang tersebut.
(sob/adr)