kingsheadwye.com

10 Tahun IDDC, Kemendag Bidik Produk RI Makin Kompetitif di Global

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi mengatakan, keterlibatan para atase perdagangan, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), serta Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) bertujuan menghadirkan informasi pasar yang dapat langsung dimanfaatkan pelaku usaha.

Baca Juga: Kemendag Klaim Efisiensi Anggaran Dongkrak Surplus Dagang USD41 Miliar

"Perwadag RI adalah mata dan telinga Indonesia di pasar global. Sinergi antara informasi pasar yang mereka kumpulkan dan kekuatan desain nasional akan mempercepat produk Indonesia naik kelas, serta semakin kompetitif di pasar internasional," ujar Puntodewi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Sebanyak 16 perwakilan perdagangan yang terlibat terdiri atas lima Atase Perdagangan, sepuluh ITPC, dan satu KDEI. Mereka membagikan perkembangan tren desain, perubahan perilaku konsumen, hingga peluang pasar di wilayah akreditasi masing-masing.

Materi tersebut disampaikan kepada pelaku usaha, UMKM binaan Kemendag, akademisi, mahasiswa, komunitas desainer, hingga asosiasi eksportir sebagai bekal menyusun strategi pengembangan produk.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag Ari Satria mengatakan, desain memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding aspek estetika semata karena mampu meningkatkan daya saing sekaligus mendorong pertumbuhan ekspor.

"Kami percaya desain merupakan sarana strategis untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global," kata Ari.

Atase Perdagangan RI di Tokyo Merry Astrid Indriasari menambahkan, keberadaan IDDC selama sepuluh tahun terakhir telah membantu memperkuat identitas produk Indonesia agar memiliki posisi yang lebih baik di pasar internasional.

Baca Juga: Kemendag Otomatiskan e-SKA, Eksportir Bisa Lebih Mudah Dapat Tarif Murah

"IDDC hadir tidak hanya sebagai ruang konsultasi desain dan pengembangan produk, tapi juga sebagai rujukan bagi produsen kreatif Indonesia dalam menguatkan identitas dan branding produk sehingga siap berkompetisi di pasar internasional, seperti contohnya pasar Jepang yang sangat menghargai peran desainer dalam menentukan nilai kekhasan suatu produk," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala ITPC Shanghai Feranika Pakpahan menilai, memahami karakter pasar merupakan langkah awal sebelum pelaku usaha mengembangkan produk.

"Pahami trennya, kenali konsumennya, lalu hadirkan produk terbaik. Kami harapkan semangat itu dari sharing session kali ini agar semakin banyak produk Indonesia yang sukses bersaing dan bersinar di pasar Tiongkok," kata Feranika.

Antusiasme peserta juga terlihat dari pelaku usaha yang mengikuti webinar. Salah satunya Fidhyaning Rahayu Pratiwi Siregar dari Mangiare Group yang berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin.

"Saya berharap webinar seperti ini dapat diselenggarakan lebih sering karena memberikan informasi dan wawasan yang sangat bermanfaat. Materi yang disampaikan sangat membantu dalam menambah pengetahuan, memahami peluang pasar, serta mendukung pengembangan usaha," ujar Fidhyaning.

Melalui rangkaian webinar tersebut, Kemendag berharap kolaborasi antara perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri dengan ekosistem desain nasional semakin kuat sehingga produk Indonesia memiliki peluang lebih besar menembus pasar internasional dengan nilai tambah yang lebih tinggi.