2 Serangan ke Kapal, Eskalasi Meningkat di Laut Merah
Bagikan:
JAKARTA - Dua serangan dilaporkan terjadi di dekat Selat Bab al-Mandeb di Laut Merah dalam beberapa hari terakhir, di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai tindakan kelompok Houthi yang didukung Iran dalam menargetkan pelayaran di wilayah tersebut.
Satu kapal tenggelam di lepas pantai kota Al Mukha, Yaman, setelah diserang oleh kapal permukaan tanpa awak, menurut pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO). Serangan yang pertama kali dilaporkan pada hari Selasa itu memicu kebakaran di atas kapal.
Otoritas India pada Selasa mengonfirmasi kapal berbendera India telah dihantam dan ditenggelamkan oleh "proyektil" di lepas pantai Yaman, dengan 14 pelaut berhasil dievakuasi dengan selamat ke pelabuhan Al Mukha.
Pada Rabu, ledakan keras terdengar di dekat sebuah kapal yang berada 95 mil laut (sekitar 109 mil) di sebelah tenggara Aden, Yaman.
"Seluruh awak kapal dipastikan selamat. Tidak ada dampak lingkungan yang tercatat. Pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan," demikian pernyataan UKMTO dilansir CNN, Kamis, 6 Agustus.
Badan maritim Inggris yang memantau pelayaran di Laut Merah, Teluk Persia, serta wilayah utara Samudra Hindia itu, tidak menyebutkan nama kapal maupun pihak yang bertanggung jawab.
Namun, kelompok Houthi telah berulang kali mengancam akan mengganggu pelayaran yang melintasi selat tersebut, yang merupakan titik sempit (chokepoint) vital di ujung selatan Laut Merah.
Di tengah langkah sejumlah kapal yang mengalihkan rute ke wilayah utara Laut Merah demi menghindari selat tersebut, kelompok Houthi pada Rabu bersumpah untuk melanjutkan dan meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal milik Arab Saudi di wilayah utara Laut Merah guna menutup semua akses dan mencegah pelayaran mereka.
BACA JUGA:
Kelompok intelijen pelayaran Marisks menyatakan keputusan kelompok tersebut mencerminkan eskalasi signifikan, baik dari segi cakupan geografis maupun tujuan strategis.
"Dengan secara terbuka menetapkan wilayah utara Laut Merah sebagai area operasi, kelompok tersebut memberi sinyal kapal-kapal yang berafiliasi dengan Arab Saudi kini mungkin menghadapi ancaman berkelanjutan di sepanjang wilayah Laut Merah," ujar Marisks.
Kendati terdapat risiko tersebut, lalu lintas kapal komersial tetap melintas secara stabil melalui wilayah selatan Laut Merah dan Bab al-Mandeb, menurut UKMTO.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+