kingsheadwye.com

4 Kejanggalan Video Call Ruben Onsu yang Diunggah Sarwendah, Pakar Telematika Soroti Editing

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Jakarta, VIVA – Rekaman video call Ruben Onsu dengan seorang pria yang diunggah Sarwendah menghebohkan publik. Di tengah polemik yang berkembang, pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat menyoroti sejumlah aspek dalam video tersebut, mulai dari asal-usul file, percakapan yang terpotong, hingga bagian wajah yang diburamkan.

Baca Juga

Sarwendah sebelumnya membagikan empat video melalui akun Instagram pribadinya. Rekaman itu memperlihatkan Ruben sedang berbincang dengan seorang pria, termasuk percakapan ketika presenter tersebut menawarkan agar pria itu menemaninya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Eh kamu temenin aku aja kalau nggak, mau nggak? Jadi penjaga hati mau nggak? Jadi penjaga hati ajalah," kata Ruben Onsu dalam video tersebut.

Baca Juga

Video itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Sebagian warganet mempertanyakan keasliannya, sementara lainnya memberikan beragam tanggapan terhadap isi percakapan.

Menanggapi polemik tersebut, Abimanyu mengingatkan bahwa keaslian rekaman digital tidak bisa dipastikan hanya dari tampilan video yang beredar. Berikut empat aspek yang menjadi sorotannya.

Baca Juga

1. Asal-usul File Video Belum Terungkap Secara Lengkap

Salah satu hal yang menjadi perhatian Abimanyu adalah jalur penyebaran rekaman. Ia menilai, penting untuk mengetahui dari mana file berasal dan bagaimana rekaman tersebut akhirnya beredar di ruang publik.

Menurutnya, pemeriksaan perlu mempertimbangkan fakta bahwa video itu tidak disebarkan langsung oleh pihak yang terlibat dalam percakapan.

"Kenapa saya perlu mengetahui kayak gitu, karena dokumen tersebut tidak disebar oleh pihak yang bersangkutan, dalam arti lawan bicaranya langsung, tetapi dari pihak yang lainnya lagi," ujar Abimanyu dikutip dari Youtube Cumicumi, Senin (12/10/2026).

Penelusuran asal-usul file menjadi salah satu langkah untuk memahami riwayat penyebaran materi digital. Namun, jalur penyebaran yang tidak langsung tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa isi rekaman telah dimanipulasi.

2. Percakapan dalam Video Perlu Diperiksa secara Utuh

Abimanyu juga menyoroti potongan percakapan yang ditampilkan dalam rekaman. Menurutnya, komunikasi digital perlu dilihat sebagai rangkaian yang utuh agar konteks pembicaraan dapat dipahami dengan tepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang namanya chatting itu pasti end-to-end panjang," kata Abimanyu.

Ia menilai, pemeriksaan sebaiknya tidak hanya bertumpu pada bagian percakapan yang dipilih untuk dipublikasikan. Kesinambungan pembicaraan dan topik yang sedang dibahas juga perlu diperhatikan.

Halaman Selanjutnya

Meski demikian, percakapan yang terpotong tidak otomatis membuktikan bahwa video tersebut palsu atau sengaja direkayasa. Konteks lengkap rekaman masih perlu ditelusuri lebih lanjut.