Dari Riset hingga Regulasi, Ini 4 Aspek Penting Pengembangan Pangan Fungsional
Senin, 12 Oktober 2026 - 13:10 WIB
Jakarta, VIVA – Pengembangan pangan fungsional memerlukan keterhubungan antara riset, kebutuhan masyarakat, kesiapan industri, dan ketentuan regulasi. Keempat aspek tersebut penting untuk memastikan potensi pangan lokal dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki dasar ilmiah, aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Baca Juga
Guru Besar IPB, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc., mengatakan pengembangan pangan fungsional perlu memperhatikan bukti ilmiah, keamanan, mutu, dan ketepatan klaim agar potensi pangan lokal dapat dikembangkan secara bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Pengembangan pangan fungsional memerlukan keterhubungan antara riset, kebutuhan masyarakat, kesiapan industri, dan ketentuan regulasi. Melalui simposium ini, kami berharap para peneliti memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai proses pengembangan inovasi, termasuk pentingnya bukti ilmiah, keamanan, mutu, dan ketepatan klaim, agar potensi pangan lokal dapat dikembangkan secara bertanggung jawab,” jelas Purwiyatno.
Baca Juga
Menghubungkan Potensi Pangan Lokal dengan Inovasi Berbasis Riset Indonesia memiliki kekayaan sumber daya pangan yang beragam, mulai dari hasil pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan hingga rempah-rempah serta pangan fermentasi tradisional seperti tempe. Kekayaan tersebut diperkuat oleh pengetahuan dan kearifan masyarakat dalam mengolah serta memanfaatkannya.
Purwiyatno, mengungkapkan, Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal dan pengetahuan tradisional yang dapat menjadi sumber gagasan inovasi.
Baca Juga
“Riset berperan penting untuk memahami potensi tersebut, menguji manfaatnya secara ilmiah, serta memastikan keamanan dan mutu dalam pengembangannya,” kata dia.
Melalui riset, potensi sumber daya pangan lokal diharapkan dapat dikembangkan menjadi pilihan pangan yang aman, bergizi, dan beragam, sekaligus membuka peluang penciptaan nilai tambah bagi masyarakat.
Pembahasan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Simposium Pangan Nasional 2026 bertema Inovasi Pangan Fungsional Berbasis Sumber Daya Lokal untuk Kemandirian Bangsa yang diselenggarakan melalui Program Indofood Riset Nugraha (IRN).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Simposium ini mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, dan pelaku industri untuk membahas pengembangan pangan fungsional, mulai dari pemanfaatan sumber daya lokal hingga upaya membawa hasil penelitian menuju penerapan dan hilirisasi.
Simposium ini juga menjadi momentum dimulainya Program IRN periode 2026–2027. Sebanyak 83 mahasiswa S1 terpilih dari total 595 proposal penelitian yang diterima untuk memperoleh dukungan dalam menjalankan penelitian.
Halaman Selanjutnya
Head of Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Stefanus Indrayana, mengatakan perjalanan dua dekade program ini merupakan wujud konsistensi pihak perusahaan dalam mendukung generasi peneliti muda Indonesia.